Ada Menteri yang Katanya Bagian dari Pelanggaran HAM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ada Menteri yang Katanya Bagian dari Pelanggaran HAM

676973_04282207122015_mega-jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan partai utama pemerintah, PDIP, enggan menyampaikan pandangan terkait dengan hasil reshuffle jilid kedua. Hingga tadi malam, beberapa yang lain juga memilih menonaktifkan telepon selulernya. 

Pendapat hanya disampaikan politikus PDIP anggota komisi III Junimart Girsang. Dia mengaku sempat berinteraksi dengan sejumlah sejawatnya di PDIP soal reshuffle. Yaitu, saat acara peringatan peristiwa kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta, kemarin. 

’’Di sana kami baca komposisi. Ada seorang menteri yang katanya selama ini bagian dari pelanggaran HAM bisa duduk di sana (kabinet, Red),’’ ujar Junimart di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin. 

Berbeda dengan PDIP, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyambut positif hasil reshuffle. Dia juga gembira atas masuknya kader Golkar Airlangga Hartanto sebagai menteri perindustrian. Bahkan, dia mengaku terkejut karena sejak awal tidak ada komunikasi soal tersebut. 

’’Ini kita kaget juga tahu-tahu beliau (Presiden Jokowi) menyampaikan salah satu menterinya dari Partai Golkar,’’ terangnya. 

Dia membantah penunjukan Airlangga merupakan bagian dari transaksi masuknya Golkar ke istana. Saat memutuskan gabung pemerintah, Setnov mengklaim tidak ada syarat apa pun.

Respons positif juga ditunjukkan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Terutama, para menteri yang baru masuk diharapkan dapat mengemban tugas dan amanah dengan baik. ’’Jangan kecewakan harapan rakyat. Itu saja,’’ ujar Zulkifli. 

Harapan yang sama terutama ditujukan kepada kadernya, Asman Abnur. Anggota DPR dari PAN itu dipilih presiden untuk mengisi posisi menteri PAN-RB menggantikan Yuddy Chrisnandi. 

Sementara itu, Partai Demokrat juga ikut menitipkan harapan pada kabinet yang baru terbentuk. Partai yang dikomandani Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap kabinet baru bisa bekerja lebih baik. Khususnya dalam hal kekompakan dan soliditas.

”Tanpa kekompakan dan soliditas itu, kabinet akan sulit bekerja optimal, ke depan harus satu komando,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan. 

Dia menambahkan, berkaca pada kinerja pada kabinet sebelum reshuffle, persoalan soliditas internal masih menjadi persoalan mendasar pemerintahan hari ini. 

(byu/lum/owi/wan/jun/gen/dee/dyn/far/bil/mia/kim/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top