Brigadir Polisi Arifin Ditemukan Tewas Disamping THM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Brigadir Polisi Arifin Ditemukan Tewas Disamping THM

FOTO-POLISI-Evakuasi-Mayat-Oknum-Polisi

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Kamis (28/7), sekitar pukul 06.10 Wita, warga Kelurahan Sulaa dan Katobengke digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di samping tempat hiburan atau rumah bernyanyi Song’s Beach lingkungan Pantai Lakeba, Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari.

Diketahui, korban bernama Brigadir Polisi (Brigpol) Arifin, warga Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio. Ia tercatat aktif sebagai anggota Polsek Lakudo. Korban ditemukan oleh pemilik lahan La Oru, dalam keadaan telungkup tak bernyawa. Saat ditemukan, kondisi kepala korban berlumuran darah.

Informasi yang dihimpun BUTONPOS.COM (Fajar Group) di lokasi kejadian, diduga kuat korban dibunuh di seputan tempat hiburan Song’s Beach. Hal ini tampak terlihat tetesan darah dari samping pintu gerbang hingga lokasi ditemukannya korban yang berjarak kurang lebih sekitar 50 meter. Namun demikian belum diketahui siapa pelakunya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Selain, bercak darah, beberapa petunjuk yang menjadi barang bukti kepolisian, seperti sepasang sendal hitam dekat pintu gerbang, pecahan gelas yang berhamburan dan bongkahan batu besar yang berlumuran darah. Kini barang-barang tersebut telah diamankan pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

Barkembang juga informasi di TPK, sekitar pukul 22.00 Wita di Song’s Beach sempat terjadi keributan. Namun tidak ada informasi resmi dari kepolisian apakah keributan itu yang berakhir dengan tewasnya korban Arifin.

Sebagai orang yang menemukan korban pertama kali, La Oru, enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Namun demikian ia sempat menyampaikan kekesalannya kepada pihak pengelola tempat hiburan, karena tidak melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Ia juga menyayangkan mayat korban dibuang di lokasinya yang selama ini ia jadikan tempat istirahat setelah melakukan rutinitasnya sebagai nelayan.

“Maaf saya tidak bisa berikan keterangan karena dilarang. Tapi jika benar ini terjadi di dalam (Song’s Beach, red), kenapa mereka tidak laporkan langsung ke polisi. Saya juga kesal karena mayatnya dibuang di lahan saya, padahal lokasi ini tempat saya istirahat kalau pulang dari laut,” terang La Oru saat ditemui di pondoknya.

Sementara itu, warga sekitar, Uceng bercerita, sekitar pukul 06.30 Wita, ia mengantar anaknya ke sekolah. Sekembalinya, ia disampaikan sama istrinya bahwa tetangganya (La Oru) menemukan mayat.

Mendengar cerita sang istri, Uceng langsung ke lokasi dan memastikan dari dekat. Kepada wartawan, ia mengaku melihat sangat dekat karena saat itu belum banyak orang. Saat mendekat, Uceng mengaku tidak bisa melihat wajah korban karena dalam kondisi telungkup dengan kondisi kepala bagian belakang luka dan bersimbah darah.

Ia meyakini bahwa korban adalah anggota kepolisian dari celana panjang dan ikat pinggang yang digunakan korban. Karena celana maupun ikat pinggang sangat tidak lazim digunakan oleh masyarakat biasa. Sementara baju kaos korban berwarna hitam. Selain luka di kepala bagian belakang, ia tidak melihat adanya luka lain tubuh korban.

“Saya tidak lihat luka lain selain di kepala, karena kondisi korban telungkup,” kata Uceng sambil menirukan kondisi korban saat ditemukan.

Selang beberapa waktu kemudian, baru pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP. Di sekitar lokasi penemuan juga sudah di pasang garis polisi. Bahkan, Kapolres Baubau juga langsung turun lapangan memantau langsung proses identifikasi dan olah TKP tersebut.

Informasi yang dihimpun di TKP, pihak kepolisian telah menangani kasus ini. Bahkan Sejumlah pihak termasuk dari Song’s Beach telah dimintai keterangan untuk kebutuhan penyelidikan.

Setelah melalui proses identifikasi dan olah TKP, pihak kepolisian langsung membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk diotopsi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi karena masih fokus mendalami kasus. (butonpos)

loading...
Click to comment
To Top