Penggunaan Obat Ini pada Ibu Hamil Beresiko Lahirkan Bayi dengan Autisme, Asma & ADHD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Penggunaan Obat Ini pada Ibu Hamil Beresiko Lahirkan Bayi dengan Autisme, Asma & ADHD

image
Foto: mylingeriestylist.com

FAJAR.CO.ID – Acetaminophen atau juga dikenal sebagai paracetamol atau APAP adalah jenis obat yang biasa digunakan oleh masyarakat luas untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi demam.

Selama ini, acetaminophen jika dibandingkan jenis obat-obatan lain dianggap yang paling aman untuk dikonsumsi, namun belakangan fakta baru berkata lain. Jika sebelumnya dianggap aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, beberapa studi terbaru menunjukan hasil yang berbeda.

Pada Februari tahun ini, sebuah studi menemukan seorang ibu hamil yang mengkonsumsi acetaminophen akan melahirkan bayi dengan gangguan pernafasan, dalam hal ini asma, ketika memasuki usia 3 tahun.

Para peneliti dari Norwegian Institute of Public Health di Oslo, Norwegia, salah satunya Dr. Maria Magnus mengatakan temuan ini sangatlah penting bagi publik untuk diketahui, menguak tabir dari dampak buruk penggunaan acetaminophen bagi ibu hamil.

Akan tetapi, temuan ini tidak serta merta merubah rekomendasi terhadap penggunaan acetaminophen pada ibu hamil. Itu berarti, bagi para ibu hamil yang dalam kondisi tertentu harus mengkonsumsi jenis obat ini, tidak dianjurkan tanpa seijin dokter.

Seperti dilansir Medical News Today (MNT) awal bulan Juli ini, sebuah studi menemukan adanya kaitan antara penggunaan acitaminophen dengan penggunaannya oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan autisme dan attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD.

Berdasarkan analisa dari lebih dari 2.600 kehamilan, para peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi acetaminophen pada 32 minggu awal kehamilan sebesar 30 persen berpotensi melahirkan bagi dengan attention impairment atau sulit untuk berkonsentrasi, ketika memasuki usia 5 tahun, seperti yang ditemukan pada anak dengan autisme atau ADHD.

Menurut Jordi Julves, salah satu penulis studi dari Center for Research in Environmental Epidemiology (CREAL) di Barcelona, Spanyol itu, para dokter harus memberikan informasi ini, terlebih kepada ibu hamil, tentang potensi bahaya penggunaan acitaminophen.

“Kita harus memberitahukan kemungkinan (masalah perkembangan bayi) ini dan berhati-hati dalam penggunaannya, mungkin dengan cara memberikan dosis sekecil mungkin dan hanya ketika benar-benar dibutuhkan,” kata Jordi.

loading...
Click to comment
To Top