Bawa 415 Gram Sabu-sabu, TKI Ditangkap di Bandara Juanda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Bawa 415 Gram Sabu-sabu, TKI Ditangkap di Bandara Juanda

BNNP Jatim

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Tenaga kerja Indonesia (TKI) masih menjadi sasaran para bandar untuk memasukkan narkoba dari luar negeri ke Indonesia. Itu terlihat dari temuan petugas Kantor Bea dan Cukai Juanda saat memeriksa seorang TKI di Bandara Juanda. TKI yang baru tiba dari Malaysia itu tertangkap membawa 415 gram sabu-sabu.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos (Fajar Group), narkoba berbentuk kristal ditemukan ketika pria yang identitasnya masih dirahasiakan itu mendarat di bandara. Saat melakukan pemeriksaan di mesin X-ray, petugas mencurigai barang bawaan yang termasuk kategori terlarang. Dia kemudian digiring ke ruang pemeriksaan dan disuruh membuka tasnya.

Di dalam tas yang dibawa, terselip sabu-sabu yang bobot kotornya hampir setengah kilogram. Dari pemeriksaan sementara, TKI tersebut mengaku tidak tahu-menahu soal barang terlarang tersebut. Sebab, narkoba itu terselip dalam barang bawaan titipan temannya. Titipan itu akan diserahkan kepada sang penerima setelah tiba di kampung halaman.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Saat ini temuan itu masih dikembangkan untuk mencari pelaku lainnya. ’’Yang membawa TKI dari Kuala Lumpur,’’ ucap Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Amrin Remico saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos.

Masuknya narkoba ke Indonesia dengan memanfaatkan TKI bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, M. Rosi juga ditangkap petugas Bea dan Cukai Juanda. Ketika pulang kampung, dia membawa sebuah televisi LED 40 inci. Di dalam televisi itu ternyata disembunyikan 2,5 kilogram sabu-sabu.

Narkoba itu dibungkus kecil-kecil sehingga mudah diselipkan di dalam rongga televisi. Petugas berhasil menemukannya setelah membuka baut di bagian belakang televisi. Berdasar pemeriksaan, televisi tersebut adalah titipan seorang temannya yang sama-sama bekerja di Malaysia. Saat akan pulang, temannya menitipkan televisi untuk anaknya. Tidak disangka, di dalamnya berisi sabu-sabu. Kini kasusnya masih disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Selain Rosi, ada Selamat yang juga bekerja di Malaysia. Saat akan pulang ke Sumenep, seorang pria yang belum lama dikenalnya menitipkan bedak untuk diserahkan kepada saudaranya. Tanpa curiga, dia menerima titipan itu. Setiba di Bandara Juanda, petugas menemukan 300 gram sabu-sabu terselip dalam serbuk bedak yang dibawanya. Akibat keteledorannya menerima titipan itu, jaksa menuntutnya hukuman 18 tahun penjara. Hakim kemudian menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara.

Amrin mengatakan, masuknya narkoba dari luar negeri tidak terlepas dari adanya pasar di Indonesia. Hal itu dimanfaatkan dengan cara mengirim sabu-sabu. Menurut dia, jika pasar tidak ada, bisa jadi tidak ada lagi yang memasok dan menjual. ’’Karena ada yang beli, jadi pasar potensial,’’ katanya.

Karena itulah, ketika menjabat di Jatim ini, dia memprioritaskan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan membentengi agar masyarakat sepakat menolak narkoba. BNNP Jatim juga akan masuk ke tempat-tempat hiburan untuk memberikan sosialisasi kepada semua yang ada di dalamnya. ’’Mungkin mereka tidak senang. Tapi, itu harus dilakukan,’’ jelasnya.  (eko/c19/oni)

loading...
Click to comment
To Top