Wah, Banyak Partai Baru Bermunculan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Wah, Banyak Partai Baru Bermunculan

Partai Idaman

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Sembilan partai politik saat ini tampaknya tidak cukup untuk masyarakat. Saat ini muncul parpol baru. Ini terlihat saat batas akhir pengumpulan dokumen verifikasi bagi parpol baru.

Seperti halnya pengurus pusat, pengurus partai tingkat provinsi pun harap-harap cemas. Tiga di antaranya adalah DPD Partai Rakyat, DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan DPW Partai Idaman. Ketiganya bekerja keras memenuhi persyaratan minimum pengurus cabang dan anak cabang partai di setiap kabupaten/kota.

Di sela-sela perbincangan dengan Jawa Pos (Fajar Group), Puri Rahayu -ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Islam Damai Aman (Idaman) Kota Surabaya- yang juga seorang penyanyi dangdut menyanyikan salah satu lagu ciptaan Rhoma Irama untuk menggambarkan suasana hatinya.

“Sekian lama… aku menunggu… untuk kedatanganmu,” lantunnya.

Wahyudin Husein, ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Idaman Jatim, yang duduk di samping Puri turut bernyanyi mengimbangi suaranya sambil senyum-senyum. Yang ditunggu oleh dua politikus itu tentu adalah turunnya nomor registrasi partai. Bukan seorang kekasih.

Untuk ukuran partai baru, kantor DPC Partai Idaman Kota Surabaya di Jalan Darmokali No 88 terbilang cukup representatif.

Punya halaman parkir luas, dua lantai, dan ada sebuah kafe yang cukup besar di sampingnya. Namanya OMA kafe, buka sejak pukul 17.00, bernuansa cozy, bonus lagu-lagu karya “Bang Haji” Rhoma Irama.

“Kafe ini akan segera kami resmikan, nunggu Bang Rhoma Irama,” kata Wahyudin.

Beberapa hari ini Wahyudin dan beberapa pengurus DPW Partai Idaman Jatim sedang aktif bergerak untuk memastikan berkas verifikasi partai yang mereka kirim ke Kementerian Hukum dan HAM sudah lengkap.

Setidaknya untuk Jatim. Mereka kerap berkumpul, rapat, ataupunngopi hingga larut malam. Bisa di kantor DPC, kadang di kantor DPW Jatim di Jalan KH Mansyur, Surabaya.

Jika ingin lolos, Partai Idaman dan partai baru lain harus memiliki kepengurusan di tingkat II (DPC atau DPD) setidaknya 75 persen dari jumlah kabupaten/kota di Jatim. Juga memiliki pengurus setingkat kecamatan (DPC atau DPAC) minimal 50 persen dari jumlah seluruh kecamatan di Jatim.

“Kami bekerja sejak lama. Jadi, optimistis saja,” ujar Wahyudin.

Menurut dia, Partai Idaman berangkat dari keikhlasan para anggotanya. Kantor-kantornya rata-rata adalah aset para kader yang disumbangkan secara sukarela. Misalnya, kantor DPC Partai Idaman Kota Surabaya. “Kantor ini adalah rumah milik Ibu Puri,” katanya.

Wahyudin menuturkan, saat ini Partai Idaman sudah memastikan kepengurusan PAC di 350 kecamatan se-Jatim.

Pengurus DPC sudah berdiri di 30 di antara total 38 kabupaten/kota di Jatim. Wahyudin mengakui, di beberapa daerah yang menjadi basis partai besar, Partai Idaman masih sulit menancap. “Seperti di Pacitan, kadernya sudah bergerak, tapi belum diformalkan,” ungkapnya.

Sebagaimana halnya Idaman, Partai Rakyat (PR) juga demikian. Nur Slamet, ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Rakyat, sedang sibuk di kantor. Ditemani beberapa cangkir kopi dan kader-kadernya. Diselingi pemutaran pidato politik Nugroho Prasetyo, ketua umum PR. Mereka sedang berjuang mendirikan DPC dan DPAC di kabupaten/kota.

Nur Slamet bahkan memasang target yang lebih tinggi. Kepengurusan PR harus mencakup 90 persen dari total kabupaten/kota. Sekarang mereka sudah mempunyai 32 pengurus DPC di antara total 38 kabupaten/kota se-Jatim.

 “Kami konsolidasi terus, dari ujung Banyuwangi sampai Magetan,” ungkapnya.

Nur mengatakan, basis terkuat PR adalah masyarakat menengah ke bawah. Namun, Nur mengklaim bahwa banyak kalangan menengah ke atas yang mulai tertarik untuk menjadi anggota PR. “Sesuai dengan slogan kami, Rakyat Berkuasa, Negara Berdaulat,” katanya.

Ada juga Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berjuang tidak kalah keras. Partai yang mengklaim sebagai wadah politik anak-anak muda itu juga berusaha mati-matian untuk memenuhi persyaratan Kemenkum HAM.

Saat ini mereka sudah punya 31 pengurus DPC. Di tingkat kecamatan, mereka bahkan punya 448 pengurus di tingkat DPAC. Hanya, belum semua terdaftar. (tau/c6/end)

loading...
Click to comment
To Top