Loh! Turki Minta Tutup 9 Sekolah di Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Loh! Turki Minta Tutup 9 Sekolah di Indonesia

222334_806770_erdogan_AFP

FAJAR.CO.ID, Kemarahan Erdogan terhadap insiden kudeta bulan lalu tampaknya sampai ke Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan saat pemerintah Turki melacak semua aset yang dimilik kelompok pergerakan Fethullah Gulen.

Aset tersebut termasuk sembilan institusi pendidikan yang diminta oleh Pemerintah Erdogan agar segera ditutup.  Namun, pemerintah Indonesia tak ingin langsung mengiyakan permintaan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang permintaan dari Kedutaan Besar Turki di Jakarta. Untuk isu tersebut, pihak pemerintah Indonesia juga sudah memperlajari soal isu tentang organisasi yang dilabel Fethullah Gulen Terrorist Organisation (FETO) oleh pemerintah Turki.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Tata menyatakan bahwa hal ini adalah murni urusan dalam negeri Turki. Sedangkan, prinsip politik luar negeri Indonesia melarang adanya ikut campur dengan masalah internal di negara lain. Karena itu, dia menjelaskan bahwa Indonesia sendiri tak punya posisi dalam isu tersebut.

’’Indonesia tidak pernah ikut campur dengan masalah dalam negeri yang terjadi negara lain,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (29/7).

Terkait sekolah-sekolah yang ada dalam daftar, dia mengaku bahwa semua lembaga pendidikan di Indonesia ada di bawah naungan regulasi Indonesia. Tentu saja, pemerintah akan memeriksa apakah tuduhan propaganda dan keterlibatan terorisme tersebut memang benar adanya.

’’Kami sedang berkoordinasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan terkait daftar sekolah yang disampaikan. Kami akan lihat kerja sama apa saja yang dilakukan dengan Turki,’’ terangnya.

Pernyataan lebih tegas bahkan dikeluarkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Menurutnya itu, pemerintah Indonesia dipastikan tidak akan menggubris permintaan turki soal penutupan sekolah dan organisasi.

Pasalnya, Indonesia adalah negara demokratis yang menjunjung sistem politik bebas aktif. ’’Tentunya kita juga tidak mau urusan dalam negeri kita dicampuri oleh siapapun,’’ ujar Pramono di kantornya kemarin (29/7).

Hingga saat ini, tutur Pram, belum ada permintaan secara resmi dari Turki terkait penutupan sekolah dan organisasi itu. namun, dia mengingatkan bahwa urusan dalam negeri Indonesia sepenuhnya menjadi tanggung jawab bangsa Indonesia.

Siapapun yang secara resmi berdasarkan UU diperbolehkan beraktivitas di Indonesia, maka dia tunduk pada aturan yang berlaku di tanah air. ’’Karena kedaulatan itu menjadi penting bagi Indonesia,’’ tambahnya.

Seperti diketahui, nama-nama kesembilan lembaga yang dimaksudkan tersebut, yakni Pribadi Bilingual Boarding School yang berada di Depok dan Bandung.

Lalu, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, dan Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta.

Kemudian, Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School di Aceh, serta Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan.(bil/wan/byu/raf/gin/JPG)

loading...
Click to comment
To Top