Turki Desak Tutup 9 Sekolah di Indonesia, Mendikbud Bilang Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Turki Desak Tutup 9 Sekolah di Indonesia, Mendikbud Bilang Begini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ikut menyikapi pernyataan Kedutaan Besar Turki di Jakarta tentang sembilan sekolah hasil kerja sama dengan Pasiad.

Sekolah-sekolah ini kerap disebut dengan istilah sekolah Indonesia-Turki. Sebab pendiriannya memang hasil kerja sama Pasiad dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Hampir seluruh kerja sama dengan Pasiad itu sudah diputus 1 November 2015 lalu. Namun di dalam kontrak kerja sama masih ada sisa durasi sampai November tahun ini.

’’Kita selesaikan sampai November. Tetapi jika perlu bisa dipercepat juga,’’ jelas Muhadjir.

Meski kental urusan diplomatik, Muhadjir mengatakan seruan dari pihak Turki itu menyangkut dunia pendidikan nasional. Sehingga Kemendikbud ikut andil dalam masalah ini. Pada prinsipnya Muhadjir mengatakan sembilan sekolah itu tetap beroperasi seperti biasa.

’’Kerjasamanya ada di kontrak kerjasama pembinaan manajemen,’’ ungkapnya.

Saat ini Muhadjir juga mendapatkan informasi guru dan tenaga kependidikan di sembilan sekolah itu sudah kembali ke Turki. Pegawai dari Turki yang masih ada, secepatnya ditarik.

Sehingga ke depannya sekolah-sekolah itu murni menjadi sekolah swasta Indonesia. Mulai dari yayasan, pengelola, kurikulum, hingga tenaga kependidikannya dari Indonesia semuanya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengutamakan kepentingan siswa dan proses pembelajaran dalam menyikapi masalah ini. Muhadjir menuturkan hampir seluruh siswa di sekolah-sekolah itu adalah anak-anak Indonesia.

’’Politik di Turki urusan Turki. Tidak boleh mengorbankan anak-anak Indonesia,’’ tegasnya.

Terkait proses pembelajaran selama ini, Muhadjir menjelaskan sekolah itu menggunakan kurikulum nasional. Hanya saja proses pembelajaran menggunakan dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris. Siswa juga dibekali dengan bahasa Turki. Sebab lulusan terbaik dan lolos seleksi akan disalurkan beasiswa di Turki.

Bukan hanya pemerintah, sekolah yang dikaitkan dengan terorisme pun ikut merespon. Misalnya, sekolah Billingual Boarding School (Sekolah Pribadi di Depok).

Juru Bicara Yayasan Yenbu Indonesia Ari Rosandi menyatakan, lembaga pendidikan tersebut dibawah naungan yayasannya. Dia berani menjamin bahwa sekolah tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di Turki saat ini.

’’Tudingan yang disampaikan Kedutaan Turki tidak berdasar. Ini sudah melampaui batas kewenangan sebagai perwakilan resmi negara,’’ katanya ketika diwawancara Jawa Pos pada Jumat (29/7).

Nah, ketika mendengar berita tersebut pada Kamis (28/7), pihaknya banyak menerima pesan singkat dan telepon dari orang tua murid. Sebab, dengan adanya berita tersebut, tentunya orang tua murid merasa terganggu dengan pemberitaan yang beredar.

’’Bahkan ada orang tua yang emosional. Kenapa sekolah yang mereka percayakan dituding seperti ini,’’ ungkapnya.

Namun, sambungnya, pihak sekolah sudah meminta agar siswa dan orang tua tetap tenang menyikapi tudingan tersebut. ’’Kami meminta mereka bijak menyikapi,’’ tandasnya.

Ketika dikonfirmasi mengapa tudingan itu bisa ditujukan ke Sekolah Pribadi, Ari mengaku tidak tahu. “Sebetulnya kalau mau menanyakan harusnya pada kedutaan, karena tidak ada buktinya. Kami tidak tahu dengan tudingan yang disampaikan tersebut,” tutupnya.

Ari menyebut tudingan itu sangat kejam. Apalagi, sejak berdiri 20 tahun silam, sekolah  yang berada di Jalan Margonda Raya, Kota Depok itu tidak pernah ada isu seperti yang disangkakan. Materi kegiatan mengajar pun disebutnya normal dengan mata pelajaran pada umumnya seperti Bahasa Indinesia, Matematika, dan lainnya.

Pihaknya pun menyesalkan adanya tudingan tersebut. Sebab, sebelumnya belum ada klarifikasi sebelumnya. Nah, untuk hal itulah, rencananya, hari ini (30/7), seluruh sekolah yang dituding akan berkumpul untuk menentukan jalur hukum. (jpg)

 

Click to comment
To Top