Jokowi Serukan Indonesia Jadi Rujukan Islam Dunia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Jokowi Serukan Indonesia Jadi Rujukan Islam Dunia

SIMBOLIK: Presiden Indonesia Joko Widodo (tengah), Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin (kiri), dan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi memukul bedug sebagai simbolik dibukanya MTQ Nasional XXVI 2016 di Islamic Center, Mataram, kemarin.

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI 2016 di Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung meriah. Kehadiran Presiden Joko Widodo pun disambut suka cita masyarakat setempat. 

Warga tumpah ruah ke jalan untuk bisa menyaksikan pembukaan. Seperti biasa, aksi berdesak-desakan untuk bersalaman dengan sang presiden tidak bisa dihindari. Begitu turun dari kendaraan RI 1, Jokowi langsung disambut warga yang sudah lama menunggu. 

Momentum MTQ kali ini benar-benar memberikan suntikan semangat bagi NTB. Meski tidak bisa masuk ke panggung utama, namun warga tetap antusias menyaksikan melalui layar diluar panggung. Hingga akhir acara mereka masih setia menunggu.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, ia memiliki harapan pada MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat. Selain berkembang dari sisi syiar dan kualitas penyelenggaraan, MTQ juga harus dapat lebih mewarnai wajah umat Islam dan bangsa Indonesia. 

Momen MTQ Nasional harus mampu membumikan Alquran, sehingga lebih dipahami dan diamalkan masyarakat. Tujuan ikut dalam MTQ adalah untuk meraih prestasi, tapi yang lebih utama adalah syiar bagaimana membumikan Alquran. 

”Menjadikan Alquran sebagai nafas kita, sebagai pegangan hidup kita yang hakiki dan sebagai kepribadian kita,” katanya dikutip dari Lombok Pos, Senin (1/8).

Jokowi mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, banyak orang yang mudah saling mencela, saling umpat, mudah mengejek, mudah merendahkan dan menjelekkan orang lain. Sopan santun telah diabaikan. ”Tapi yang hadir di sini tidak ada seperti itu,” kata Jokowi disambut tepuk tangan peserta MTQ yang hadir. 

Ungakapan-ungkapan pedas dan ucapan kebencian asal bunyi bertebaran di media sosial (medsos). Terutama ketika terjadi kontestasi politik, seperti saat pemilihan gubernur, pemilihan bupati/wali kota, pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif. 

Lawan politik dan kandidat lain tidak lagi dilihat sebagai sahabat, sebagai teman, atau sebagai partner tetapi dianggap sebagai musuh yang harus dihabisi. ”Mereka seakan lupa bahwa ada api yang menunggu yang menyala-nyala membakar sampai ke hati,” tutur Jokowi. 

Untuk itu, ia berharap agar hakikat, makna dan tujuan MTQ benar-benar dipegang teguh. Benar-benar diresapi, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena ketika mengagungkan Alquran, orang tersebut sedang mengagungkan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kesalehan sosial, yang mengutamakan pembelaan pada yang lemah, kaum pakir miskin. 

”Bukan nilai-nilai keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” ujar Jokowi. 

Menurutnya, Indonesia merupakan negeri indah yang memiliki ribuan pulau, dengan penduduk Islam terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Sudah saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia.

Menjadi sumber pembelajaran Islam dunia. Negara-negara lain harus juga melihat dan belajar Islam dari Indonesia. Karena Islam Indonesia sudah seperti resep obat yang paten yaitu Islam moderat.

Sedangkan Islam di negara-negara lain masih dalam proses mencari-cari format. Untuk itu ia sudah mengeluarkan peraturan presiden tentang pendirian Universitas Islam Internasional di Indonesia. 

”Harapan saya, universitas ini akan menjadi sumber ilmu, sumber kajian-kajian Islam, sumber cahaya moral islam dan benteng tegakkannya moral islam. Islam yang toleran dan egaliter,” harapnya. 

Seperti sejuknya hati melafazkan ayat Alquran, ia pun ingin kehidupan berbangsa dan bernegara juga sejuk, damai dan indah. Untuk itu, Jokowi mengajak semua elemen bangsa menjaga kebersamaan dalam berbangsa dan bernagara. Menjaga optimisme dalam menghadapi tantangan yang semakin sulit, terutama tantangan gelobal.  

”Jadikan MTQ nasional sebagai stimulan untuk meningkatkan kecintaan dan pengamalan islam yang rahmatan lil alamin,” serunya. (ili/fab/JPG)

BACA:  Sindiran Jokowi Kepada Media yang Cuma Kejar Rating
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top