Keluarga Cemas, WNI yang Disandera Abu Sayyaf akan Dibunuh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Keluarga Cemas, WNI yang Disandera Abu Sayyaf akan Dibunuh

AKSI TERORIS: Tugboat Charles 001 yang sempat ditahan oleh komplotan Abu Sayyaf hari ini (24/6) tiba di Samarinda. Tampak Syaharie Jaang menemui istri-istri korban di Kantor KSOP Samarinda. Kolonel Laut Yus Kusmany yang menggelar konferensi pers di kantornya.DWI RESTU/KALTIMPOST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nasib WNI awak kapal TB Charles, yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak 21 Juni lalu dari Perairan Filipina, masih belum jelas.

Keluarga Edi Suryono, salah satu ABK korban penyanderaan mengaku belum mendapat kabar dari Filipina. Selama menjadi sandera, Edi belum pernah memberi kabar kepada keluarganya di Desa Komba Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Paman korban, Salimuddin mengatakan, kabar mengenai Edi selama ini hanya beradal dari keluarga di Kalimantan. ”Informasinya juga sangat simpang siur. Ada kabar mereka sudah mau dibunuh satu-satu, kalau pemerintah tidak bayar tebusan Rp59 miliar,” kata Salimuddin yang juga Kepala Desa Komba, kepada Fajar, Minggu (31/7) malam.

Menurutnya, informasi seputar keponakannya yang disandera ini berasal dari keluarga. Edi tidak pernah lagi berkomunikasi dengan orang tua dan keluargannya. Soal kondisinya sekarang tidak ada keluarga di Larompong yang tahu.

BACA:  Gatot: TNI Tidak Komunikasi dengan Pembajak!

Termasuk batas waktu pembayaran tebusan dan kapan akan dieksekusi. Menurut Salimuddin, adanya ancaman pembunuhan sandera ini harus disikapi pemerintah. Pemerintah kabupaten dan pusat harus berkoordinasi supaya membayar tebusan. “Kasihan para sandera. Pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Tebusan yang diminta tidak kecil. Seandainya tebusan diminta Rp10 juta hingga Rp100 juta, mungkin keluarga masih bisa berusaha. “Tapi ini besar. Koordinasi pemerintah pusat sangat dibutuhkan dalam membebaskan sandera. Pemerintah pusat bersama perusahaan pemilik kapal bertanggung jawab membebaskan koponakan kami yang disandera. Jangan perusahaan membiarkan mereka disandera,” paparnya.(shd/adk/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top