SAH, Rusman Emba-Malik Ditu Bupati Muna Terpilih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

SAH, Rusman Emba-Malik Ditu Bupati Muna Terpilih

Pleno Penetapan Bupati Muna Terpilih

FAJAR.CO.ID, RAHA – Kabupaten Muna, Senin (1/8) menjadi lautan merah manusia. Hal tersebut setelah ribuan pendukung dan simpatisan Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) melakukan penjemputan terhadap bupati idola mereka di Pelabuhan Nusantara Raha. Pendukung dan simpatisan Rumah Kita yang menggunakan baju merah sudah berada di Pelabuhan Nusantara Raha sekira pukul 09.00 Wita.

Mereka menunggu kedatangan LM Rusman Emba dari Kendari menggunakan kapal cepat. Turun dari kapal, Rusman yang didampingi istrinya dinaikan ke mobil off road. Bersama-sama pendukung dan simpatisanya, Rusman lalu konfoi dalam kota, dan finish di posko pemenangan Rumah Kita di Jl. Dr Soetomo untuk beristirahat menunggu jadwal pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih oleh KPU pukul 15.30 Wita.

Sementara itu, pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, LM Baharuddin-La Pili (Dokter-Pilihanku) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor KPU Muna. Mereka mendesak agar KPU membatalkan pleno penetapan Rumah Kita sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih. Aspirasi yang disuarakan pendukung Dokter-Pilihanku itu tak mendapat respon. Buntutnya, pendukung Dokter-Pilihanku terlibat caos dengan aparat Kepolisian saat hendak menerobos kawat duri dan barikade Polisi. Satu anggota Polisi mengalami luka di kepala akibat terkena kayu. Begitu juga satu anak-anak luka di bagian kepala akibat terkena lemparan.

Di tengah-tengah memanasnya aksi unjuk rasa, KPU tetap melaksanakan pleno. Pleno dihadiri langsung Rusman Emba dan Ketua Tim Suksesnya, La Ode Rifai Pedansa. Bupati terpilih itu ke KPU diantar ribuan pendukung dan simpatisanya. Rapat pleno juga dihadiri Pj Bupati Muna, Muhammad Zayat Kaimoeddin, Kapolres Muna, AKBP Yudith Satriyah, Dandim 1416 Muna, Letkol ARH Hendra Gunawan, Bawaslu, perwakilan Paslon Dokter-Pilihanku, Arwaha Ady Saputra- La Ode Samuna (Putra Muna).

Ketua KPU Muna, LM Amin Rambega membacakan hasil perolehan suara Paslon Rumah Kita sebanyak 47.584 dan ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Muna terpilih. “Dengan ini kami tetapkan Rumah Kita sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dengan presentasi 47,34 persen,” katanya.

Proses selanjutnya setelah penetapan ini, KPU menyerahkan ke DPRD untuk diparipurnakan. “Mekanismenya, satu hari setelah penetapan, kita serahkan di DPRD untuk diproses. Besok kita serahkan di dewan,” ujarnya.

LM Rusman Emba, Bupati Muna terpilih mengatakan, saat ini sedang menunggu proses tahapan selanjutnya. Sebagai bupati terpilih, mantan anggota DPD-RI berjanji akan membangun dan memajukan Muna. “Namanya demokrasi, pasti ada hasilnya. Ini bukan untuk mengejar kekuasaan, tapi ada banyak hal yang harus dilakukan untuk melakukan perubahan di Muna sebagai mana visi-misi,” katanya.

Ia menyebut masalah infrastruktur jalan, konflik sosial dan peningkatan perekonomian masyarakat yang harus dilakukan perbaikan. “Kami mengusung perubahan. Artinya, kalau masyarakat senang, itu berarti kebahagiaan kami,” terangnya.

Duet Malik Ditu itu juga berpesan pada rivalnya saat Pilkada lalu untuk bersama-sama berpikir dalam membangun Muna. Masalah politik yang terjadi selama ini harus segera dilupakan. “Jangan kita rusak hubungan kekeluargaan. Mari kita bangun Muna demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Pj Bupati Muna, Muhammad Zayat Kaimoeddin menyampaikan terima kasih pada KPU yang telah bekerja agak lama. Begitu juga pihak keamanan dari Polres Muna dan Kodim yang telah sukses mengamankan Pilkada, PSU dan pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Dengan telah ditetapkanya bupati dan wakil bupati, pria yang kerap disapa Derik itu berharap tidak ada lagi kubu-kubu dari nomor 1,2 dan 3. Mari semuanya bersatu untuk membangun Muna. “Masalah beda politik yang lama harus kita hilangkan. Mari, kita bersatu kembali, jangan lagi ada pengkotak-kotakan di tengah-tengah masyarakat. Begitu juga di kalangan birokrasi,” pesannya.

Derik berharap agar proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dipercepat. Artinya, kalau DPRD telah memparipurnakan, dia langsung mengusulkan ke gubernur untuk selanjutnya didorong di Kemendagri. “Saya ingin, sebelum tanggal 17 Agustus sudah ada pelantikan,” katanya.

Pasca sidang pleno penetapan, situasi di luar kantor KPU mencekam. Sebagai bentuk tidak puas, pendukung Dokter-Pilihanku meluapkan amarah dengan membakar ban dan merusak pagar berduri yang dipasang Polisi. Polisi dilempari batu. Polisi pun memukul mundur massa dengan menembakan gas air mata dan menyemprotkan air dari kendaraan taktis water canon. Masa akhirnya membubarkan diri.

Sementara, Bupati terpilih, LM Rusman Emba dan ribuan pendukungnya meninggalkan KPU dengan berkonvoi. (p2)

loading...
Click to comment
To Top