Tidak Kasih Izin Cuti, Prajurit TNI Tusuk Atasannya, Tewas! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Tidak Kasih Izin Cuti, Prajurit TNI Tusuk Atasannya, Tewas!

42218_60670_al-tni-denpasar

FAJAR.CO.ID, DENPASAR – Insiden berdarah terjadi di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Jalan Raya Sesetan Denpasar, Bali.

Radar Bali (Jawa Pos Group) melaporkan, perstiwa itu terjadi  Jumat (29/7/2016) dini hari lalu,  Serda Made Suwardi NRP/72485, Ba. Set Tuud Lanal Denpasar tewas di tangan anak buahnya, Ta.Urdal Lanal Denpasar, Koda Muslimin. sekira pukul 05.30 WITA.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, insiden penusukan yang menewaskan Serda Made Suwardi bermula saat Kopda Muslimin mengajukan izin cuti tahunan beberapa waktu lalu.

Namun, pelaku tidak diberikan izin oleh satuannya. Hal ini berdampak sakit hati dan dendam pribadi pelaku terhadap korban.

Saking dendamnya, pelaku enggan menegur korban, dan juga sebaliknya. Padahal, status korban adalah ketua regu.

“Sudah nggak saling akur antara keduanya sejak beberapa hari terakhir. Nggak tahu apa alasan korban tidak mengizinkan pelaku. Mungkin karena itu memang kewenangan atasan,” beber sumber.

Dan tiba-tiba, subuh dini hari kemarin terdengar suara cekcok mulut dari pos jaga. Setelah di perhatikan ternyata ke dua orang tersebut sedang terlibat aksi saling dorong.

Tak lama kemudian korban terkapar di halaman Lanal Denpasar. “Informasi yang beredar seperti itu, jelasnya coba hubungi Danlanal atau Humas, biar jangan salah,” tandasnya.

Pasca meninggal, sekitar pukul.05.40 jenazah korban Serda Made Suwardi dibawa ke RSAD. Setelah diotopsi, jenazah disemayamkan di Rumah Duka RSAD sambil menunggu pemberangkatan ke Pangkalan TNI AL Jalan Raya Sesetan Denpasar.

Terkait kasus itu, penyidik POMAL Denpasar, terus menelusuri insiden berdarah yang terjadi di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Jalan Raya Sesetan Denpasar, Bali,  Jumat (29/7/2016) dini hari WITA.

Sayangnya, tak banyak yang bisa digali dari peristiwa ini. Danlanal Denpasar Letkol (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa dan Humas Lanal Serma Arie Wihandoko tak bisa dikonfirmasi dengan berbagai alasan.

“Kami tidak memiliki wewenang memberikan jawaban. Silakan menunggu. Masih ada tamu dari Surabaya,” ucap penjaga pos Lanal Denpasar.

Wartawan hanya memperoleh informasi bahwa korban menderita enam luka tusukan di sekujur tubuh, yakni perut, dada, dan punggung.

Jenis pisau yang digunakan hingga kini belum diketahui. Termasuk keterangan pelaku terkait aksi membabi buta itu.

Informasi lain yang didapat jenazah ayah dua orang anak beristrikan Minarni, 45, itu diantar ke rumah duka, Banjar Petiles, Desa Pakraman Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat siang lalu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di Rumah Duka RSAD kemarin, Elsa Kollo, salah satu pegawai rumah duka RSAD membenarkan jenazah Serda Made Suwardi sempat disemayamkan di rumah duka RSAD.

Dijelaskannya, jenazah anggota TNI yang tewas ditikam oleh anak buahnya sendiri itu telah diambil oleh keluarganya Jumat (29/7/2016) lalu.

“Kemarin memang sempat dibawa ke sini. Nggak lama kok. Jumat sore (29/7) sudah dibawa pulang sama keluarganya, saya lupa jam berapa. Yang jelas sore,” ungkapnya.

Saat wartawan koran ini mencoba untuk meminta hasil visum, Ellsa terlihat enggan untuk memberikan,  dengan alasan pihak rumah duka RSAD menerima jenazah  tersebut hanya beberapa menit.

“Kami tidak memegang hasil visum. Karena jenazahnya hanya sebentar sekali di sini (Rumah Duka RSAD),” ujarnya singkat (jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top