Haris Azhar Berpotensi Jadi Pahlawan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Haris Azhar Berpotensi Jadi Pahlawan

Haris Azhar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dilaporkannya Koordinator Kontras Haris Azhar oleh TNI, Kepolisian, dan BNN ke Bareskrim Mabes Polri memicu perhatian parlemen.  Dukungan terhadap pria lulusan Universitas Trisakti itu terus mengalir.

Anggota Komisi III DPR ‎Arsul Sani menilai, informasi yang disampaikan Haris seharusnya ditanggapi dengan bijak dan sifatnya terbuka. Kendati, jalur hukum dengan melaporkan ke Bareskrim juga bukanlah hal yang salah. ‎

Pilihan lebih bijak dan terbuka, kata sekretaris jenderal PPP, itu dapat dilakukan dengan meminta Haris untuk menjelaskan datanya. Sekaligus, menanyakan mengapa Haris lebih melemparkan informasi itu kepada publik. ‎

‎”Sebenarnya simpel saja, minta Haris buka datanya, kalau perlu di depan media,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (3/8).

Pasalnya, pilihan ‎jalur hukum itu, kata Arsul, mengesankan Haris dikeroyok ramai-ramai oleh institusi-institusi besar di negara ini. “Malah berpotensi membuat Haris menjadi pahlawan,” tegasnya.

Jika memang nantinya Haris tidak memiliki bukti yang cukup kecuali hanya tulisan yang dibuatnya, tentunya publik dapat menilai sendiri terkait kredibilitas‎ koordinator Kontras itu.

Di sisi lain Haris Azhar siap melawan laporan terhadap dirinya di Bareskrim Mabes Polri. Dia mengaku sudah membentuk tim kuasa hukum. ‎‎Haris mengungkapkan  banyak yang ingin bergabung untuk membelanya terkait kesaksian terpidana ‎mati kasus narkoba Freddy Budiman.

“YLBHI, LBH, PERADI, alumni saya kuliah. Nama-nama nanti dirilis,” ujarnya di Kantor Kontras, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/8).

Tak menunggu waktu, alumnus  Universitas Trisakti itu  berencana langsung menemui tim kuasa hukumnya hari ini. Mereka akan menyiapkan informasi tambahan terkait kejahatan-kejahatan narkoba yang diduga melibatkan aparat penegak hukum. ‎

Berbicara soal bukti, Haris menegaskan dia sudah berusaha mencari ‎pledoi Freddy. Pada 2015 lalu, Kontras sudah ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat namun tidak didapatkan.

“Website juga tidak dapat. ‎Jadi ketika saya memverifikasi pledoi itu tidak dapat, kalau saya dituntut untuk membuktikan peluang itu ada. Tapi karena negara gagal menyediakan informasi jadi saya yang harus dibebankan membuktikan itu,” tutur dia. (dna/JPG)‎

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top