Sahkan Raperda Reklamasi, Aguan Siapkan Rp50 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Sahkan Raperda Reklamasi, Aguan Siapkan Rp50 Miliar

Sugianto Kusuma alias Aguan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta disebut-sebut meminta uang sebesar Rp 50 miliar kepada Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

Uang itu dianggap sebagai imbalan untuk memperlancar sidang paripurna pengesahan rancanga peraturan daerah  (Raperda) Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP) atau raperda reklamasi.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Kapuk Naga Indah (anak usaha Agung Sedayu), Budi Nurwono dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK.

Namun keterangan itu hanya dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK, karena Budi yang sejatinya hari ini Budi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara suap mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

Namun, dengan alasan sakit dan tengah menjalani perawatan di Singapura, dia batal memberikan kesaksian.

Jaksa Ali Fikri lantas membacakan BAP Budi Nurwono dalam proses penyidikan di KPK. Dalam BAP-nya, Budi mengaku turut menghadiri pertemuan di rumah Aguan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Di antara sejumlah tamu yang hadir, dia hanya mengenal Ariesman dan anggota DPRD DKI F-Gerindra Mohamad Sanusi.

Budi mengakui bahwa pertemuan tersebut membahas percetapan pembahasan Raperda RTKSP di balegda DPRD DKI.

“Agar menyediakan Rp 50 miliar. Aguan menyanggupi menyiapkan uang Rp 50 miliar untuk anggota DPRD. Kemudian Aguan bersalaman dengan semua yang hadir,” kata Jaksa Ali membacakan BAP Budi Nuwono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/8).

Di BAP selanjutnya, Budi mengaku tidak mengenal pihak yang meminta uang Rp 50 miliar dalam pertemuan itu. Hanya saja, dia tak menampik bahwa di rumah Aguan itu merupakan pertemuan antara DPRD dan pengembang.

“Maka kemungkinan adalah DPRD. Yang menyanggupi adalah Pak Aguan. Tujuannya untuk kelancaran sidang paripurna Raperda RTRKSP. Sudah dikasih atau belum saya tidak tahu,” tutur Budi dalam BAP.

Anehnya, belakangan Budi mencabut keterangannya dalam BAP tersebut. Jaksa Ali mengatakan, Budi lantas mengaku bahwa keterangannya tidak benar. Dia membantah pernah ikut dalam pertemuan di rumah Aguan.

Tak hanya itu, Budi menyebut tidak ada anggota dewan ibu kota yang meminta uang kepada Aguan dan Ariesman. “Saya enggak mau fitnah dan merusak citra. Saya sakit, takut menimbulkan dosa,” kata dia dalam surat pencabutan BAP.

Dalam dakwaan Ariesman Widjaja, Aguan mengumpulkan lima anggota DPRD DKI Jakarta di rumahnya sekitar Desember 2015. Di antara yang hadir adalah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, anggota balegda DPRD DKI M Sanusi dan Ongen Sangaji, serta Anggota DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin.

JPU KPK menyebut pertemuan itu dalam rangka membahas percepatan pembahasan Raperda RTRKSP sebagai payung hukum reklamasi pantura Jakarta.

Namun, hal tersebut dibantah Aguan dan lima anggota dewan. Mereka mengklaim pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi dan tidak ada obrolan berarti.

Dalam sidang beberapa waktu lalu, Prasetio Edi bahkan membantah dugaan adanya bagi-bagi uang dari pengembang kepada anggota DPRD terkait pembahasan raperda. (put/jpg)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top