Seperti Ini Proses Tahapan Verifikasi Calon Gubernur Perseorangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Pilkada

Seperti Ini Proses Tahapan Verifikasi Calon Gubernur Perseorangan

Pilkada KPU

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah membuka tahapan penerimaan syarat dukungan bakal calon gubernur perseorangan. Sebelum bakal calon (balon) gubernur ditetapkan secara resmi sebagai calon, maka balon itu harus menjalani tahap verifikasi.

Ketua KPU DKI Sumarno menjelaskan, dalam syarat pencalonan perseorangan, kandidat harus melewati dua tahap, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Pada tahap verifikasi administrasi sang bakal calon harus menyerahkan syarat dukungan berupa data KTP dan bukti bahwa warga memang mendukungnya.

“Begitu (bukti dukungan) diserahkan kan nanti diinput. Dihitung jumlahnya dulu benar apa belum. Kalau mencukupi sudah lolos verifikasi administrasi,” ujar Sumarno di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya Nomor 15, Jakarta Pusat, Rabu (3/8).

Adapun syarat minimal jumlah KTP dukungan yang harus dipenuhi adalah 532.213 dalam bentuk formulir yang telah ditetapkan KPU DKI.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah lolos tahap verifikasi administrasi maka masuk ke dalam tahap verifikasi faktual.

Proses verifikasi faktual, sambung Sumarno, petugas dari KPU DKI harus mendatangi langsung dari rumah ke rumah. Mengecek apakah dukungan warga yang disematkan kepada sang bakal calon benar tinggal sesuai data di KTP atau tidak.

“Kalau dia KTP-nya DKI, tapi tidak tinggal di alamat yang tercantum, misal ternyata tinggalnya di Singapura atau di Depok, ya tidak bisa,” tukasnya.

Soal usulan yang pernah diajukan Teman Ahok untuk mengumpulkan massa pendukung di satu tempat untuk diverifikasi secara faktual, menurutnya, petugas tetap harus mendatangi terlebih dahulu alamat warga untuk memastikan.

“Harus datang ke alamatnya dulu untuk memastikan. Kalau nanti yang bersangkutan memang tidak bisa ditemui, baru dikasih waktu tiga hari supaya warga tersebut mendatangi PPS di satu tempat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tenggat waktu yang diberikan KPU DKI untuk memasukkan syarat dukungan calon perseorangan yakni, dari tanggal 3 Agustus sampai 7 Agustus 2016. Sedangkan untuk verifikasi faktual, akan digelar pada 21 Agustus hingga 3 September 2016. (uya/JPG)

BACA:  Djarot Minta PDIP Harus Menang di Pilgub DKI
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top