Besan Nurhadi Diduga Urus Perkara Golkar di MA – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Besan Nurhadi Diduga Urus Perkara Golkar di MA

Pengadilan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Besan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi bernama Taufik diduga turut mengurus kasasi perkara dualisme Partai Golkar. 

Hal itu terungkap dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK atas Kasubdit Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna. 

Dalam berkas tuntutannya, Jaksa Arief Suhermanto menyebut Andri tidak hanya mengurus perkara atas permintaan pengacara Asep Ruhiat sebagaimana dalam dakwaan.

Andri mengurus perkara-perkara lain di tingkat kasasi maupun PK di MA. Salah satunya, Andri pernah diminta Taufik untuk memantau sejumlah perkara.

“Taufik yang merupakan besan dari Nurhadi (Sekretaris MA) yang meminta kepada terdakwa memantau perkara di tingkat MA sebagaimana percakapan melalui Whatsapp maupun SMS yaitu perkara No 490/K/TUN/15,” kata Jaksa Arief saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/8). 

‎Berdasar penelusuran di website Direktori Putusan Mahkamah Agung, perkara dengan No 490/K/TUN/15 merupakan perkara tata usaha negara tingkat kasasi milik DPP Partai Golkar. Perkara tersebut diputus pada 20 Oktober 2015. 

Dalam hal ini Golkar melalui Aburizal Bakrie dan Idrus Marham menggugat Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, serta Agung Laksono dan Zainuddin Amali. 

Majelis hakim agung yang diketuai Imam Soebechi mengabulkan gugatan kasasi Ical. Putusan tersebut sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara DKI Jakarta dan menguatkan putusan PTUN Jakarta. 

Sebelumnya, Ical menggugat Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono ke PTUN Jakarta. Ical kemudian memenangkan gugatan tersebut pada Mei 2015. ‎

Sementara di PTTUN DKI, Ical dikalahkan Yasonna dan Agung Laksono pada Juli 2015. Ical lantas tidak terima begitu saja dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. ‎

Ungkap Percakapan Andri Tristianto dan Taufik dalam sidang pemeriksaan terdakwa pada 28 Juli lalu, JPU KPK sempat menampilkan percakapan Whatsapp antara Andri dan Taufik. Di situ, Taufik sempat menanyakan perkara No 490/K/TUN/15 kepada Andri. 

Tak hanya itu, dalam percakapan 29 September 2015, itu Andri juga sempat bergumam agar segala urusan mereka dilancarkan. Sayangnya, saat ditanya hakim lebih lanjut soal isi percakapan tersebut, Andri menjawabnya singkat.

“Hanya nanya-nanya aja, tapi enggak ada realisasinya,” ujar Andri di Pengadilan Tipikor, Kamis (28/7).

Berikut percakapan Taufik dan Andri Tristianto yang diperlihatkan JPU KPK:

Taufik: kemarin ada kiriman putusan medan perdata, apa udah diterima Bos?
Andri: udah, bos. AL dah ada majelisnya bos
Ta: gimana AL kita bisa di samping2 aja? kalo Medan kita diminta yang pegang
An: iya, AL kita main pinggir2 aja bos. Oke yang Medan kita berjuang (tanda jempol)
An: Bagaimana kabar bos
Ta: alhamdulillah sehat. cuma kloter sebelum saya JKS 61 hampir seratus orang blm ada kabar. Aku JKS 62
Ta: kalo udah ada nomor sepatu  pinggiran aku dikabari segera bos
An: No.490K/TUN/15 bos. Semoga bos dikasih sehat dan urusan kita lancar semua. Amin. 
Ta: Insya Allah. 
An: semoga main pinggir kita lancar
Ta: Ya. kalau sudah bisa mulai kabari aku. nanti aku kontak ybs
An: Ya bos. sudah kita mulai hari ini. itu nomor kita dapat duluan. (put/jpg)‎

BACA:  Kakak Syahrul Terpental
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top