Mantan Pegawai MA Sudah Pasrah Biar Dituntut 14 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Mantan Pegawai MA Sudah Pasrah Biar Dituntut 14 Tahun Penjara

-_160215184906-133
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kepala Sub Direktorat Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung Andri, Tristianto Sutrisna, mengaku pasrah menerima tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan pegawai MA itu dituntut 13 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

“Saya berserah diri saja, kami serahkan saja pada Tuhan, saya pasrah,” ujar Andri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kami (4/8).

Melalui pengacaranya, Andri meminta waktu satu pekan untuk mempersiapkan bahan pembelaan. Andri sendiri menyerahkan sepenuhnya nota pembelaan kepada pengacaranya.

“Pengacara saya nanti yang akan membuatkan pembelaan,” cetus Andri.

Sebelumnya Andri didakwa menerima suap sebesar Rp 400 juta. Suap tersebut diberikan pihak yang sedang berperkara di MA. Uang sebesar Rp 400 juta tersebut diberikan agar Andri mengusahakan penundaan pengiriman salinan putusan kasasi atas nama Ichsan Suaidi, dalam perkara korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji di Lombok Timur.

Penundaan ditujukan agar hukuman kepada Ichsan tidak segera dieksekusi oleh jaksa, selain juga pihak Ichsan memiliki waktu untuk mempersiapkan memori pengajuan peninjauan kembali (PK).

Kasus ini bermula saat Awang Lazuardi Embat yang merupakan pengacara Ichsan menghubungi Andri dan meminta informasi terkait perkara kasasi Ichsan. Dalam pembicaraan tersebut, Awang yang sudah kenal dengan Andri meminta agar pengiriman salinan putusan kasasi ditunda.

Selain menerima suap, Andri juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 500 juta. Pemberian uang Rp 500 juta tersebut diberikan oleh Asep Ruhiat, seorang pengacara di Pekanbaru. Asep menyampaikan kepada Andri bahwa ia sedang menangani beberapa perkara di tingkat kasasi atau peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung.

Atas perbuatannya, Andri didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [rus]

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top