Mantap! Petani di Kabupaten Bandung Ekspor Hasil Tani Ke Luar Negeri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Daerah

Mantap! Petani di Kabupaten Bandung Ekspor Hasil Tani Ke Luar Negeri

Petani warga Kampung Cikole membersihkan lahan hasil panen sayuran kol di kawasan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jabar, Senin (11/5). Hasil panen sayuran kol yang kemudian akan dipasarkan ke daerah Jakarta tersebut di jual seharga Rp. 1.000/kg. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/Rei/pd/15.

FAJAR.CO.ID, SOREANG – Kabupaten Bandung cukup berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jawa Barat. Tercatat 40 persen sayuran seperti kentang, kubis, tomat, bawang merah, dan cabe merah berasal dari Kabupaten Bandung.

Kepala dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, produktifitas pertanian di wilayahnya belakangan ini memang sangat menggembirakan. Bahkan sekarang ada beberapa kelompok tani produsen sayuran-sayuran unggulan telah mampu mengekspor hasil panen ke luar negeri.

“Kami mendukung dan membantu petani dari kelembagaannya, kemudian penyediaan infrastruktur jalan dan irigasi ke kawasan pertaniannya. Sejumlah universitas sudah sejak dulu bersama petani mengembangkan pertanian di Kabupaten Bandung,” tutur Tisna, Kamis (4/8).

Tisna mengatakan, produk petani Kabupaten Bandung telah masuk ke pasar Eropa, Timur Tengah, Cina, Jepang, Singapura dan Korea Selatan. Bahkan, untuk semakin menancapkan kuku di pasar ekspor, beberapa kelompok tani mulai mencoba menanam sayur-sayuran asal luar negeri.

Kelompok Tani Katata di Pangalengan, contohnya, telah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Universitas Padjadjaran untuk membudidayakan sayuran yang biasanya diimpor dari luar negeri, seperti baby kenya, labu Jepang, tomat beef, timun Jepang, dan kubis. Hasil panennya kemudian diekspor, sisanya dijual di pasar lokal.

PT Saribhakti di Cicalengka, telah mengekspor sejumlah sayuran seperti tomat, cabai, okra, terong, dan lobak, ke Jepang dan Eropa. Sedangkan Jaya Alam Lestari di Pasirjambu telah menjadi pengekspor sawi putih untuk diekspor ke Korea Selatan. Selanjutnya, sawi putih ini menjadi bahan utama pembuatan makanan tradisional Korea, yakni kimchi.

Tisna mengatakan, mendorong petani lainnya untuk menjadi pengekspor. Dengan demikian, para petani akan mendapat fasilitas teknologi, pasar, pembenihan, dan produk unggulan, dari pemesannya. “Kalau masalah pembenihan, penanggulangan penyakit, sampai pemasaran, mereka telah difasilitasi pemesannya dari luar negeri. Makanya, kami hanya bisa membantu untuk infrastrukturnya,” katanya. (Mld/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top