Tabrak Pengendara dengan Motor, Petrus Dikeroyok Hingga Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Kriminal

Tabrak Pengendara dengan Motor, Petrus Dikeroyok Hingga Tewas

TEKONG-300x180

FAJAR.CO.ID, NTT- Rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan berat hingga menewaskan Petrus Taolin di Kobalima, Kabupaten Malaka,  digelar di Mapolda NTT, telah digelar. 

Keputusan untuk tidak melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara (TKP) terpaksa diambil tim penyidik Subdit Jatantras Dit Reskrimum Polda NTT dengan pertimbangan keamanan.

Rekonstruksi berjalan aman dan lancar di lokasi depan Pura Mapolda NTT, atau depan Kantor Dit Shabara.

Sebanyak 18 adegan diperankan empat tersangka, dibantu beberapa saksi. Empat tersangka adalah Sintus Leto, Yosef Marianus Hali Wujon alias Yolan, Marianus Ati alias Made, dan Melkianus Mau Bere.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin AKP Edy dibantu anggota tim penyidik, Aiptu Buang Sine, Aipda Yustinus Demong, Brigpol Andy Riwu Ga, Brigpol Dance Dellu, dan Brigpol Prima Manafe, juga hadirkan jaksa pemeriksa dari Kejati NTT, Bayu Sugiri dan Ridwan Angsar.

Turut memantau jalannya kegiatan itu kakak korban, Hironimus Taolin didampingi kuasa hukumnya, Marthen Besi, serta Sarah Lery Mboeik dari PIAR NTT dan Victor Manbait dari LAKMAS NTT.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan selanjutnya dilimpahkan ke jaksa pemeriksa.

Sementara, Asisten Tipidum Kejati NTT, Budi Handaka, mengatakan dengan diterimanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik, dirinya telah menunjuk jaksa pemeriksa berkas perkara. “Kita berharap dengan penyerahan SPDP, penyidik secepatnya melimpahkan berkas perkara untuk diteliti. Kita siap memberikan petunjuk apabila ada kekurangan pada berkas, sehingga cepat P-21,” kata Budi Handaka.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke- 3e Sub Pasal 351 ayat 3 KUHP ancaman 10 tahun penjara.

Pantauan Timor Ekspres (Fajar Group), rekonstruksi dimulai dari korban yang mengendarai sepeda motor menabrak dari arah belakang sepeda motor Oktovianus Beremau yang sedang membonceng Moses Bau Siku (pemeran pengganti) yang adalah kakek para pelaku.

Tabrakan itu mengakibatkan Petrus Taolin, Oktovianus Beremau dan Moses Bau Siku terpelanting ke badan jalan. Moses Bau Siku sempat tak sadarkan diri.

Mengetahui tabrakan itu, tersangka Sintus Leto yang berada di rumah Christoforus Leto, langsung mendatangi lokasi tabrakan sambil mengambil batu di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan memukul kepala bagian belakang korban.

Sementara tiga tersangka lainnya menyusul Sintus ke TKP dan ikut menganiaya korban dengan menggunakan tangan dan kayu.

Penganiayaan itu membuat korban sekarat dan dilarikan ke Puskesmas setempat. Nyawa korban tidak tertolong walau sudah mendapatkan pertolongan medis. (joo/sam/Timex/fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top