Keterlibatan Penegak Hukum dalam Jaringan Narkoba Bukan Hal yang Tabu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Keterlibatan Penegak Hukum dalam Jaringan Narkoba Bukan Hal yang Tabu

065594500_1415871106-Rilis_Narkoba__foto_4_

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Keterlibatan aparat penegak hukum dalam jaringan narkoba, dinilai bukanlah tudingan belaka. Bahkan bisnis barang haram itu menjaring pada oknum penegak hukum sudah terjadi sejak lama 

Setidaknya hal itu yang dikemukan mantan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mamoto dalam sebuah diskusi tentang narkoba di Jakarta.

Benny mengatakan, keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba bukan lagi hal yang tabu.

Sejak dulu, kata dia, sudah banyak pejabat negara dan penegak hukum yang dihukum lantaran terbukti membekingi bandar narkoba, bertindak sebagai pengedar, maupun pemakai narkoba.

“Keterlibatan aparat udah berlangsung lama. Sampai saat ini pun pasti masih ada,” ujar Benny.

Bahkan, semasa ia menjabat, oknum-oknum di instansi negara terkait kejahatan narkoba sudah ditumpas habis.

Ia mencontohkan, seorang petinggi TNI pernah dibekuk BNN karena menyelundupkan narkoba ke koperasi milik TNI.

Mulanya, BNN menerima informasi adanya kontainer masuk dari China ke Indonesia yang diduga berisi narkoba. Setelah ditelusuri, ternyata kontainer tersebut akan dibawa ke koperasi TNI di kawasan Kalibata.

“Dengan informasi itu kami ekstra hati-hati karena menyangkut nama institusi. Barang masuk, kami ketemu bea cukai, minta dirahasiakan untuk menggeledah,” kata Benny.

Peran Sersan Mayor TNI Supriyadi itu pun terungkap di berita acara dan dirinya telah divonis oleh pengadilan.

Supriyadi pun dipecat dari TNI. Berita acara Supriyadi kemudian menjadi acuan bagi BNN untuk menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.[dka/rmo/fajar]  

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top