Vonis Guru Cubit Siswa Berakibat Trauma Pengajar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Vonis Guru Cubit Siswa Berakibat Trauma Pengajar

43371_61848_Guru Samhudi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati menilai vonis tiga bulan penjara terhadap guru SMP di Sidoarjo, Basuki Rahmat Samhudi akan berdampak negatif bagi para guru lainnya.

Bahkan, putusan yang dijatuhkan majelis hakim PN Sidoarjo, Jawa Timur, itu bisa jadi akan menimbulkan trauma bagi para pengajar.

“Akan ada sikap trauma saat menghadapi siswa yang memiliki perilaku yang berbeda dengan anak didik lainnya. Kekhawatiran akan adanya kriminalisasi sulit dihindari,” kata Reni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/8).

Politikus PPP itu mengatakan, paling ekstrim, bisa saja saat menghadapi siswa yang memiliki perilaku yang unik, guru akan melakukan pembiaran. ‎Selain itu, menurut dia, la‎ngkah orang tua murid yang melaporkan guru juga tidak memberi nilai edukasi kepada anak.

“Pelaporan tersebut akan memberi dampak  sikap arogan dan angkuh terhadap anak-anak,” ujar dia.

Karena itu, dia berharap ke depannya persoalan serupa dengan guru Samhudi tidak terjadi lagi. K‎eberadaan Komite Sekolah harus lebih dikonkretkan fungsinya.

Lebih jauh, komunikasi antara tenaga pengajar, lembaga pendidikan, dan orang tua siswa harus dilakukan secara terbuka, intensif, dan saling melengkapi.

“Harapannya dengan cara ini, peristiwa semacam tersebut tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kamis (4/8), guru Samhudi divonis hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan oleh majelis hakim PN Sidorarjo, Jawa Timur. Samhudi merupakan terdakwa kasus guru mencubit siswa.

Majelis hakim yang diketuai Rini Sesuni menyatakan Samhudi terbukti melanggar Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top