Saat APBN di Pangkas, Bu Mega Minta Pemerintah Tingkatkan Anggaran Riset – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Saat APBN di Pangkas, Bu Mega Minta Pemerintah Tingkatkan Anggaran Riset

123306_504813_megawati_dan_jokowi_pdip

FAJAR.CO.ID, GIANYAR – Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo lebih memberikan perhatian kepada kondisi kebun raya serta riset atas pepohonan dan tumbuhan yang sejauh ini kurang mendapat prioritas dalam politik anggaran.

Megawati menilai, anggaran yang dikelola pemerintah untuk kepentingan riset dan pengembangan kebun raya masih minim. Presiden ke-5 RI ini juga meminta Menteri Riset dan Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir memperjuangkan peningkatan anggaran melakukan riset, khususnya terhadap tumbuhan endemi yang menjadi kekayaan alam Indonesia.

“Dalam APBN kita untuk research itu perjuangan luar biasa, sampai sekarang belum pernah sampai satu persen dari pengelolaan APBN. Saya sangat berharap, bilang pada Menristek atau pemerintahan yang ada, paling tidak kalau bisa dapat 2,5%. Makanya tolong media bantu,” kata Mega, saat mendampingi 24 Duta Besar negara sahabat, berkunjung ke Istana Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (7/8).

Kunjungan Megawati ini adalah dalam rangka program ‘Tour of Eka Karya Botanical’ yang diselenggarakan YKRI. Sehari sebelumnya, Megawati dan para dubes melakukan penanaman pohon di Kebun Raya Bedugul untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dengan menanam pohon.

Para Dubes yang ikut ambil bagian dalam acara tersebut antara lain dari Rusia, Turki, Vietnam, Filipina, Serbia, Peru, Zimbawe, Singapura, dan Srilanka.

Kalau anggaran untuk riset tidak mendukung, kata Megawati, dikhawatirkan ke depannya semakin banyak tanaman dan pepohonan asli Indonesia yang dipatenkan oleh Negara lain yang sudah melakukan riset atas manfaatnya.

“Katakan seperti kunyit. Kunyit diam-diam diambil oleh (pihak) luar karena sangat bermanfaat sekali. Hal-hal seperti itu (riset atas pemanfaatan tumbuhan milik Indonesia) perlu dilestarikan. Jangan sampai kita cari sesuatu milik kita, bukan ada di Indonesia, tapi sudah di luar,” ungkap Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Terkait dengan perkembangan kebun raya, Megawati mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada hal yang menggembirakan. Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) yang dia terbitkan pada tahun 2003 lalu hingga saat ini sudah ada sekitar 30 kebun raya dari yang awalnya hanya tujuh. Termasuk juga animo pemerintah daerah di mana beberapa daerah sekarang ini sudah membangun kebun raya dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.

“Saya berharap itu diapresiasi dalam rangka otonomi daerah. Karena yang sangat dikhawatirkan adalah arus deras dari luar yang ingin mengambil tanaman kita itu betul-betul ada. Endemik, itu tanaman lokal kita diambil seperti tanaman obat, sayuran, bunga-bungaan. Saya juga gerakkan agar apa yang menjadi milik Indonesia pemerintah mau mematenkan,” tutur Bu Mega. (adk/jpnn)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top