Pasca Bentrok, Dua Satpol PP Makassar Dilaporkan Diculik Orang tak Dikenal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Makassar

Pasca Bentrok, Dua Satpol PP Makassar Dilaporkan Diculik Orang tak Dikenal

Chairil-Kantor-Satpoll-PP-1

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Pasca bentrok polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kantor Wali Kota Makassar, dua personel Satpol PP, masing-masing Sultan dan Lukman dilaporkan hilang. Pihak keluarga menyebut, mereka diculik orang tak dikenal (OTK) pada Senin (8/8) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud, kemarin mengkonfirmasi dan membenarkan hal tersebut. Dia mengaku telah menerima informasi dari pihak keluarga Sultan.
”Informasi dari pihak keluarga seperti itu. Keluarga Sultan bernama Hasbiati, menyampaikan kalau Sultan diculik pada Senin dinihari jam dua,” ujar Iman Hud. 

Pada malam itu, tambah Iman menirukan penjelasan Hasbiati, Sultan tengah tertidur. Tiba-tiba datang orang yang tidak diketahui langsung membawa Sultan entah kemana.

”Informasi itu langsung kami tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Namun kami belum mengetahui keberadaan Sultan hingga saat ini,” terang Iman Hud lagi. Sebenarnya, sebut Kasatpol, ada empat orang personelnya yang tidak diketahui keberadaannya pascabentrokan. Masing-masing Sultan, Supardi, Reza dan Lukman Buang.
Belakangan diketahui kalau Reza dan Supardi diamankan di Resmob. Sementara Sultan dan Lukman belum ada kabarnya.

Dari keterangan pihak keluarga, jelas Iman, mereka tidak mengetahui siapa yang membawa pergi Sultan dan Reza. ”Kami belum bisa berkomentar banyak. Mungkin saja ini bagian dari pengembangan yang dilakukan aparat kepolisian. Namun sejauh ini kami berupaya dalami, karena kami belum mendapat informasi dan penyampaian dari polda maupun polres, apakah anggota kami itu masuk dalam daftar orang yang terlibat,” jelas Iman.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengaku belum menerima informasi tersebut. ”Tidak ada laporan Satpol PP diculik,” ujarnya, kemarin.

Sebelumnya, Senin (8/8) sekitar pukul 14.00 Wita, tim investigasi dari Mabes Polri tiba di Makassar. Mereka ditugaskan untuk mencari fakta menyusul terjadinya bentrok antara polisi dengan Satpol PP.

”Tim pencari fakta ini melakukan investigasi terhadap oknum anggota Sabhara yang terlibat penyerangan. Mereka akan diperiksa oleh tim mabes polri, serta akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait apa motif penyerangan mereka terhadap Satpol PP di Balaikota,” jelas Frans.

Setibanya di Makassar, tim ini langsung memeriksa sejumlah anggota polisi Sabhara yang terlibat penyerangan. Sementara personel Satpol PP yang sempat diamankan, telah dimintai keterangan. Setelah itu mereka dipulangkan.

”Jadi Satpol PP itu diamankan untuk dimintai keterangan. Bukan ditangkapi,” terang Frans Barung. Disebutkan Kabid Humas, personel Satpol PP yang telah diperiksa sebanyak 27 orang, masyarakat sipil empat orang dan polisi tiga orang.

”Dari hasil pemeriksaan, ada lima anggota Satpol PP yang diduga terlibat penyerangan. Mereka kita amankan di markas Brimob untuk menjaga keamanan dan keselamatannya. Sementara masyarakat umum yang berjumlah empat orang, dan Satpol PP yang telah diperiksa sebanyak 22 orang semuanya telah dipulangkan,” jelas Frans Barung lagi. (ish/rus/BKM/Fajar)

BACA:  Kasus Penodongan Pistol Dikritik Kabiro Kerjasama Pemprov. Katanya, Harus Disanksi
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top