Cuaca tak Menentu Bikin Defisit Beras Sebanyak Ratusan Ribu Ton – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Cuaca tak Menentu Bikin Defisit Beras Sebanyak Ratusan Ribu Ton

images

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA– Kalimantan Timur mengalami defisit komoditi beras sebanyak 112 ribu ton. Hal itu tak lepas dari cuaca yang tidak menentu sehingga memengaruhi produksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim Ibrahim mengatakan, kekurangan coba dipenuhi dengan suplai dari Jawa dan Sulawesi.

Dia menjelaskan, dari dua periode masa tanam luas areal selalu berkurang. Ibrahim memerinci, pada Oktober 2015 sampai Maret 2016, pihaknya menargetkan 75 ribu hektare lahan untuk ditanam padi.

“Namun, realisasinya hanya 89 persen lahan yang bisa dilakukan penanaman. Periode kedua, April–September 2016, kami menargetkan penanaman di areal seluas 45.700 hektare,” paparnya, Selasa (9/8) kemarin.

Dia menyebut, hingga Juli 2016, telah terealisasi 52 persen atau sekitar 20.981 hektare yang sudah ditanamkan padi. Pria berkacamata ini mengatakan, masalah cuaca jadi faktor penghambat.

“Kami berharap hingga akhir musim tanam nantinya luas tanam dapat tercapai sesuai yang ditargetkan ditandai dengan jumlah produksi padi tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat angka produksi padi pada 2015 sebanyak 408,78 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 17,78 ribu ton atau minus 4,17 persen bila dibanding pada 2014.

Kepala BPS Kaltim M Habibullah mengatakan, penurunan produksi terjadi karena berkurangnya luas panen dan produktivitas. Dia memerinci, penurunan terjadi seluas 1.053 hektare atau minus 1,05 persen.

“Khusus produktivitas lahan berkurang sebesar 1,35 kuintal per hektare atau sekitar minus 3,17 persen,” kata dia.

Habibullah menjelaskan, penurunan produksi padi terbesar terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar) dan Berau. Namun, ada pula daerah yang mengalami peningkatan dalam produksi padi, yakni Mahakam Ulu. (roe/lhl/k15/jos/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top