Curhatan Fredi Budiman Ada Sisi Positif, DPR: Banyak Pejabat Negara Dihukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Curhatan Fredi Budiman Ada Sisi Positif, DPR: Banyak Pejabat Negara Dihukum

bambang-soesatyo1

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, curhatan almarhum Fredi Budiman atas keterlibatan oknum petinggi Polri, TNI dan BNN dalam penyelundupan, perdagangan, hingga peredaran narkoba di Indonesia harus disikapi dengan baik, karena dalam curhatan yang dituliskan oleh koordinator Kontras Haris Azhar itu ada sisi positifnya.

Bahkan, kata Bambang, pengakuan mantan Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Benny Mamoto, keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba bukan lagi isu baru. Lanjut Dia, langkah TNI, Polri dan BNN untuk melaporkan Haris Azhar selaku Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) yang tetap harus dihormati.  Ketiga institusi itu melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran Undang-undang (UU) No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU ini tidak membolehkan siapa pun menyebarluaskan atau memublikasikan informasi yang kebenarannya masih diragukan.

“Muatan Curhat Freddy terkonfirmasi oleh pernyataan Benny Mamoto. Sejak dulu, kata Benny, sudah banyak pejabat negara dan penegak hukum yang dihukum lantaran terbukti membekingi bandar narkoba, bertindak sebagai pengedar, maupun pemakai narkoba,” kata Bambang beberapa saat lalu (Rabu, 10/8)

Selain pernyataan Benny itu, lanjut Bambang, ada juga beberapa fakta historis yang membuktikan keterlibatan oknum aparat dalam sejumlah kasus kejahatan narkoba. Misalnya, pada Maret 2011, BNN menangkap Kepala LP Narkotika Nusakambangan, Marwan Adli dan sejumlah anak buahnya atas tuduhan memfasilitasi operasi jaringan narkoba di dalam penjara.

Dan, pada April 2016, BNN pun menangkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan, Ajun Komisaris Ichwan Lubis, di Medan atas dugaan tindak pidana pencucian uang. Ichwan diduga menerima uang Rp 10,3 miliar dari Togi alias Toni, bandar narkoba jaringan internasional yang diciduk dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam.

“Bagi TNI, Polri, dan BNN, jelas ada sisi positif dari Curhat almarhum Freddy yang diungkap Kontras. Penuturan Freddy itu setidaknya menjadi alasan sekaligus pintu masuk bagi langkah-langkah pembersihan secara sistematis,” tegas Bambang

Bambang menambahkan, pembersihan sel-sel sindikat narkotika pada setiap instansi merupakan pelaksanaan  dari perintah Presiden Joko Widodo untuk melancarkan perang total terhadap pelaku kejahatan narkoba. Perang ini  akan efektif dan membuahkan hasil jika semua institusi negara bersih  dari sel-sel sindikat narkotika. [ysa/Fajar]

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top