Dugaan Aparat Hukum Terlibat di Bisnis Narkoba. Presiden Sudah Waktunya Bersikap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dugaan Aparat Hukum Terlibat di Bisnis Narkoba. Presiden Sudah Waktunya Bersikap

Haris Azhar
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan dalam kasus kesaksian almarhum Freddy Budiman.

Bahkan, ia meminta presiden membentuk tim khusus untuk menyelidiki kebenaran pengakuan Freddy tentang peran anggota Polri, BNN dan TNI dalam peredaran narkoba di Indonesia. Freddy juga mengaku pernah membawa narkoba dari Medan ke Jakarta difasilitasi mobil jenderal TNI bintang dua.

“Saya minta presiden turun tangan. Harusnya mementum ini memancing presiden untuk membuat tim. Tim di Kepresidenan harus melihat bagaimana modus (penyelundupan narkoba) berjalan,” kata Harris saat ditemui wartawan di Jakarta Selatan, Rabu (10/8).

Menurut dia, tim independen yang dibentuk Polri, BNN, dan TNI, tetap bisa bekerja meski ada tim khusus yang dibentuk presiden. Selain itu Haris meminta Polri, TNI, dan BNN berkomitmen untuk aktif menyampaikan ke masyarakat soal hasil investigasi tim masing-masing.

Dia melanjutkan, informasi dari Freddy Budiman menggambarkan distribusi narkoba dari hulu ke hilir. Ia berharap, informasi dari Freddy tidak menjadikan penegak hukum lemah, tetapi malah semakin semangat menangani masalah narkoba.

Diceritakan Haris, belakangan ini dia harus mondar-mandir menemui perwakilan dari tiga institusi negara yakni TNI, BNN, dan Polri untuk mengklarifikasi apa yang disampaikan Freddy kepadanya mengenai dugaan keterlibatan sejumlah institusi negara dalam kasus narkoba.

“Seminggu lebih ini saya banyak interaksi dengan sejumlah pejabat dari ketiga institusi yang saya sebut di tulisan saya terkait Freddy Budiman,” ucap Haris. [ald/rmol]

Click to comment
To Top