Kesal dengan Polisi, Masyarakat Rindu TNI yang Dulu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Kesal dengan Polisi, Masyarakat Rindu TNI yang Dulu

Prajurit TNI, Polri bersama masyarakat melakukan salat istiqa di lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Rabu (28/10). Salat istisqa jajaran Kodam Iskandar Muda yang digelar serentak di 23 kabupaten/kota tersebut untuk meminta Allah SWT menurunkan hujan di tanah air agar berhentinya kebakaran hutan dan lahan Sumatera dan Kalimantan yang telah menyebabkan bencana kabut asap Indonesia. ANTARA FOTO/Rahmad/pd/15

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Masyarakat mulai merasa tidak nyaman dengan langkah pihak kepolisian yang lebih menonjolkan kekuatan senjata, seperti yang dilakukan oleh Detasemen Khusu (Densus) 88.

Atas kekesalan tersebut, masyarakat meminta agar kehadiran TNI di tengah mereka kembali seperti dulu lagi. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR Arsul Sani saat melakukan reses di daerah pemilihannya. Dikatakan, penyebabnya adalah, beberapa oknum polisi sering bersikap sewenang-wenang.

“Saat reses ke konstituen di Jawa Tengah, saya sering juga menerima aspirasi agar tentara bisa dekat lagi dengan kehidupan mereka sehari-hari,” kata Arsul, dalam Forum Legislasi “RUU Kamnas, di pressroom DPR, Senayan Jakarta.

Setelah ditelusuri penyebab munculnya keinginannya tersebut, lanjut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, ada kemungkinan karena kesal melihat oknum di jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror.

“Konstituen saya menilai Polri itu dari tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 yang lebih menonjolkan kekuatan senjata. Makanya mereka meminta tentara saja sekalian,” ungkapnya.

Menurut warga, kata dia, peran tunggal yang dimainkan Polri sekarang memang sedikit membuat posisi TNI terpinggirkan dari masyarakat.

“TNI berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan, sementara Polri langsung di bawah presiden. Kan bisa jadi kalau posisi TNI-Polri diseimbangkan, siapa tahu persepsi konstituen saya terhadap Polri bisa berubah,” pungkas Sekjen PPP itu.(fas/jpnn/Fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top