Ahok Jilat Ludahnya Sendiri, Sekarang Dia Makin Terjepit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Ahok Jilat Ludahnya Sendiri, Sekarang Dia Makin Terjepit

Berita-Terkini-Jadi-Gubernur-DKI-Jakarta-Ahok-Tidak-Punya-Waktu-“Curhat”-Di-Media-Sosial-1

FAJAR.CO.ID,  JAKARTA –  Selain partai politik dan organisasi relawan Teman Ahok, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap sudah membuat banyak pihak kecewa. Salah satunya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang membaca dengan benar sikap inkonsistensi Ahok.

Atas dasar itu peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro berkeyakinan kalau Megawati dan PDIP tidak akan mengusung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Kecenderungannya Ahok selalu membuat kecewa orang yang mendukungnya. Bukan hanya partai politik tapi juga relawan Ahok maupun para pemilihnya dalam pilkada lalu, terutama orang-orang kecil. Mereka banyak digusur oleh Ahok,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/8).

Siti mengaku tidak heran melihat manuver Ahok yang mencoba kembali mendekati parpol setelah batal maju sebagai calon petahana lewat jalur independen.

“Dia menarik ludahnya sendiri. Juga pernyataan Ahok yang akan mengizinkan pedagang kaki lima berjualan di sepanjang trotoar Jakarta adalah bagian dari langkahnya yang semakin terjepit,” bebernya.

Kondisi tersebut telah mengubah nasib Ahok yang saat ini harus mematuhi keinginan parpol. Ahok juga harus menarik simpati rakyat kecil makanya meski seperti menjilat ludahnya sendiri Ahok kemudian mengizinkan PKL berjualan di trotoar. Padahal sebelumnya para pedagang digusur.

Lebih jauh, Siti juga menilai kalau Ahok telah hilang kewibawaan. Sebab seorang pemimpin dihormati karena komitmen dan memiliki integritas. Artinya semua tutur kata, perilaku dan kebijakan saling terkait sehingga apa yang sudah dipikirkan, diucapkan dan dilaksanakan akan terus diingat oleh masyarakat.

“Ahok lupa masyarakat memiliki memori kolektif. Langkah Ahok yang tidak konsisten seperti akan mengizinkan kaki lima berjualan di trotoar padahal selama ini justru hal ini menjadi andalannya bukan malah mendongkrak dirinya, tapi justru menimbulkan kelucuan yang menggelikan,sehingga justru menimbulkan rasa tidak simpati,” jelasnya.

Sikapnya yang inkonsisten juga semakin membuka bahwa sikap politik Ahok hanya pencitraan dan basa basi semata. Langkah Ahok menggugat UU Pilkada terkait masalah cuti kampanye dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal, juga menunjukkan bahwa dia bisa saja akan memanfaatkan berbagai keunggulan petahana seperti yang terjadi dari pengalaman lalu. Ahok pun seperti melupakan hasbabul nujum atau asal muasal kenapa pasal itu ada.

“Dulu ketika revisi UU Pilkada di mana ada revisi bahwa inkumben harus cuti, Ahok yang mendukungnya. Sekarang giliran dia jadi petahana dia gugat hal itu ke MK,” demikian Siti.[wah/rmol]

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top