Sudah Tepat! Negara harus Percayakan Sektor Perikanan ke Susi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ekonomi & Bisnis

Sudah Tepat! Negara harus Percayakan Sektor Perikanan ke Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu detik-detik peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, Senin (9/2). Kapal bersama 12 nelayan asing itu ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) Hiu 009 Bakorkamla saat menangkap ikan dengan jaring pukat harimau (trawl) di perairan Tambelan, Kepri bulan November 2014 lalu . ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/ed/ama/15

FAJAR.O.ID, JAKARTA – Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru mengatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti harus membuktikan berjalannya program-program kelautan dan perikanan yang telah dirintis dan dijalankannya.

Tentunya, kata Heru, harus dengan tetap mengedepankan kedaulatan Indonesia, sektor kelautan dan nelayan harus tetap menjadi prioritasnya.

“Harus tetap terus dijaga program dan hasil dari program itu. Walaupun sejauh ini, semua program yang dirancang dan yang sudah sedang dijalankan, masih dalam alur Nawacita,” papar Heru, di Jakarta, Kamis (11/8).

Walupun, diakui Heru masih banyak yang belum terealisasi, namun dirinya percaya, Menteri Susi akan menjalankannya, dan menjamin kedaulatan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan.

Selain menguasai persoalan kebijakan kelautan dan perikanan hingga ke soal-soal teknis, Susi juga dianggap oleh Heru sebagai salah seorang Menterinya Jokowi yang berani melawan kepentingan asing yang hendak merangsek ke sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

“Misalnya, program pengadaan listrik yang terjangkau bagi pulau-pulau dan nelayan kecil di seluruh Indonesia. Itu harus tetap dilakukan, jangan terpengaruh oleh gonjang-ganjing masuknya kepentingan asing ke Indonesia. Tetap harus mengutamakan kebutuhan dan kedaulatan nelayan Indonesia,” paparnya.

Bahkan, investasi di sektor kelautan dan perikanan yang sedang dirancang Menteri Susi harus berwujud nyata dan berdayaguna secara langsung bagi nelayan Indonesia.

“Misalnya, kata dia, Menteri Susi bisa segera melakukan akselerasi dan serius mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia serta perwujudan penerangan listrik 35 ribu Megawatt,” ujar Heru. [sam]

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top