Honorer Satpol PP Makassar Jadi Tersangka Penikam Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Makassar

Honorer Satpol PP Makassar Jadi Tersangka Penikam Polisi

Chairil-Kantor-Satpoll-PP-1

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan J (24), seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai tersangka penikaman yang menewaskan Bripda Michael Abraham Rieauwpassa. Penetapan tersangka dilakukan setelah berlangsung proses penyidikan selama lima hari.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono dalam keterangan persnya di mapolrestabes, Kamis (11/8). J disebutkan sebagai personel Satpol PP yang masih berstatus sebagai honorer.

”Kita tetapkan J sebagai tersangka setelah menemukan alat bukti yang digunakan. Juga dari keterangan tersangka saat dilakukan pemeriksaan. Keterangan dari sejumlah saksi juga yang telah kita ambil. Disebutkan jika pakaian yang dikenakan tersangka J saat itu pakaian terdapat bercak darah,” jelas Rusdi.

Agar kasus ini tidak simpang siur, kata Rusdi, proses penyidikan dipercepat. ”Kita proses kasus ini dengan cepat agar tidak terjadi kesimpangsiuran di tengah masyarakat,” tambahnya.

Orang nomor satu di jajaran Polrestabes Makassar itu sedikit menjelaskan kronologis hingga terjadinya penikaman terhadap Bripda Michale. Saat itu Bripda Michael dan J terlibat perkelahian.

”Antara korban dan pelaku sempat terlibat perkelahian. Disitulah korban ditikam dengan menggunakan badik oleh tersangka, yang mengenai pinggang sebelah kiri bagian belakang. Untuk pasal yang dikenakan kepada tersangka, masih dikembangkan. Yang pasti, tersangka dijerat pasal 338 karena menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelas Rusdi.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, penetapan status tersangka terhadap J sudah dilakukan sejak pagi kemarin.

”Kalau terhadap oknum polisi yang terlibat penyerangan Balai Kota, belum ada yang dinyatakan tersangka. Lima orang yang sebelumnya dinyatakan mengarah ke proses pidana, masih didalami untuk dibawa ke tingkat pidana. Ini juga masih diperiksa oleh tim investigasi Mabes Polri. Semua akan dilakukan secara profesional,” terang Frans Barung.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Makassar, Manai Sophian mengaku telah membentuk tim kuasa hukum untuk mengawal proses hukum yang berjalan. Pihaknya akan memberikan bantuan hukum terhadap personel Satpol yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

”Informasi penetapan tersangkanya sudah kami terima. Kita telah membentuk tim hukum guna mengawal proses hukumnya,” tandasnya. (ish-arf/rus/Bkm)

BACA:  Pasca Vonis 4 Tahun Penjara, IAS Tetap Pengendali Demokrat?
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top