Jumat: Pada Hari Ini Kiamat akan Terjadi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Samudera Ilmu

Jumat: Pada Hari Ini Kiamat akan Terjadi

hari kiamat

SEGALA Puji hanya kepada Allah. Sebaik-baik hari adalah hari Jumat. Karena pada hari inilah peristiwa-peristiwa besar terjadi. Juga termasuk Kiamat. Pada hari inilah, gunung-gunung akan dihancurkan sehancur-hancurnya, beterbangan bagaikan kapas.

Dari Abu Hurairah bahwasanya NabiShallahu’alaihiwassalam bersabda:

“Sebaik-baiknya hari ketika Matahari terbit ketika itu adalah Hari Jumat, karena di hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya, dan hari kiamat tidak akan terjadi, melainkan di hari Jumat.” (HR Muslim, No. 1974).

Abu Bakar Al-Arabiy berkata di dalam Kitabnya Al-Ahwadzi fi Syarhi At-Tarmidzi: Semua yang disebutkan dalam hadits termasuk keutamaan, keluarnya Adam dari Surga adalah penyebab adanya keturunan, dan merupakan keturunan dalam jumlah banyak, adanya para Rasul, para Nabi, orang-orang shalih. Beliau tidak dikeluarkan dari Surga bukan karena diusir, tetapi untuk suatu keperluan kemudian kembali kepadanya.

Dia melanjutkan, adapun terjadinya Kiamat adalah untuk mempercepat balasan yang baik bagi para Nabi, orang-orang yang benar, para wali, dan lainnya, serta untuk memperlihatkan keagungan dan kemuliaan mereka. Di dalam hadits ini terdapat keutamaan hari Jumat, keistimewaannya melebihi hari-hari lain.[1]

Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kita pada Hari Jumat, dan milik kaum Yahudi adalah hari Sabtu dan milik kaum Nasrani adalah hari Minggu. Maka Allah mendahulukan kita, lalu memberikan kita hidayah pada hari Jumat, maka Dia tetapkan hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Mereka menyusul kita di hari kiamat, kita adalah umat terakhir dari penduduk dunia, tetapi umat pertama di hari Kiamat yang mendapatkan keputusan sebelum para makhluk yang lain.” (HR Muslim, No. 1979).

Adapun perkara shalat Jumat, maka Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi shalat Jumat lalu ia shalat sesuai dengan kemampuannya, lalu ia diam hingga (khatib) selesai (menyampaikan) khutbahnya, kemudian shalat bersamannya, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat tersebut sampai Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari (setelah itu).” (HR Muslim, No. 1984).[2]



[1] Syarah Sahih Muslim, Imam An-Nawawi, Kitab Sahalat Jumat, Jilid 4. Hal, 618. Darus Sunnah, 2012.

[2] Semua hadits di atas dikutip dari Kitab Syarah Sahih Muslim, Imam An-Nawawi.

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top