Pak Hok, Surabaya Tidak Layak Direndahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Pak Hok, Surabaya Tidak Layak Direndahkan

075430_163921_Tri_Rismaharini_PDIP_d

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa tersinggung atas statemen Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Ahok mengatakan keberhasilan Risma dalam membangun pedestrian adalah keberhasilan kecil lantaran Surabaya hanya seukuran dengan Jakarta Selatan. 

Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok sama saja menghina dan merendahkan harga diri warga Surabaya. 

“Aku juga warga Surabaya yang punya harga diri. Aku lihatkan datanya ya, luas Surabaya itu 374 kilometer persegi. Sedangkan Jakarta itu luasnya 661,5 kilometer persegi. Surabaya itu separoh lebih dibandingkan Jakarta,” kata Risma. 

Bahkan kalau dibagi rata enam wilayah Jakarta, maka Jakarta Selatan luasnya hanya sekitar 120 kilometer persegi. Maka otomatis Risma menjawab bahwa Surabaya tidak sama luasnya dengan Jakarta Selatan.

Tidak hanya soal luas, Risma juga menegaskan bahwa di Surabaya ia sendirian menjabat wali kota. Namun di Jakarta Ahok dibantu oleh lima wali kota dan satu bupati. 

Sedangkan untuk anggaran belanjanya pun Kota Surabaya sebesar Rp 7,9 trilliun, dengan total penduduk sebanyak 2,9 juta. Sedangkan Jakarta anggaran belanjanya sebesar Rp 64 trilliun dengan total penduduk 10 juta orang. 

“Jadi ini bukan masalah pencalonan gubernur atau tidak. Tapi kalau begini saya jadi harus ngomong. Kenapa Surabaya diserang terus, kalau begini kan Surabaya dihina. Kalau warga Surabaya marah bisa bahaya makanya saya memutuskan untuk komentar lebih dulu,” kata Risma.

Lagi pula, persaingan pilgub DKI Jakarta menurut Risma tidak sepatutnya membawa bawa Kota Surabaya. Terlebih dengan mencecar Risma dari banyak aspek seperti saat ini. Bahkan Risma juga mengatakan seharusnya Ahok tidak perlu kuatir dan takut kalah.

“Aku salah apa? Warga Surabaya salah apa? Nggak usah takutlah Pak Ahok,wong beliaunya itu incumbent,” papar Risma. 

Kembali soal pedestrian, Risma mengatakan trotoar Surabaya itu bukan sembarang trotoar. Tapi di bawah trotoar itu justru yang lebih mahal karena terdapat box culvert yang fungsinya untuk saluran.

Selain itu, ia mengatakan banyak program di Surabaya yang patut dibanggakan, seperti pendidikan dan kesehatan gratis. Mobil jenazah dan ambulans pun tersedia 24 jam gratis untuk warga tidak mampu.

“Kami juga bangun beberapa jalan sendiri pakai APBD. Ini bukan soal pencalonan ini sudah menyangkut harga dirinya warga Surabaya,” tegasnya. 

Ia juga meyebutkan Kota Surabaya juga memberi makan lansia dan orang cacat. Ini membuktikan bahwa Surabaya tidak layak direndahkan (ima/no/sam/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top