Politisi PDIP: Ahok Sudah Merusak Semua Mekanisme Internal PDIP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Politisi PDIP: Ahok Sudah Merusak Semua Mekanisme Internal PDIP

131221_209692_ahok_besar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Basarah meminta agar Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok, untuk berhenti mengeluarkan kata kasar kepada siapa pun. Pasalnya bakal calon gubernur DKI Jakarta itu sering mengeluarkan pernyataan kasar kepada orang.

“Sudahlah, saya minta Pak Ahok hentikan mengeluarkan pernyataan kasar. Pak Ahok jangan mengeksploitasi publik yang akhir-akhir suka dengan pernyataan yang didramatisir,” kata Basarah, di Gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (12/8).

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasesjend) DPP PDIP itu, Ahok boleh saja punya ambisi untuk kembali jadi gubernur, tapi jangan juga disinggung perasaan orang.

Apalagi Ahok melecehkan kemampuan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan menyebut Kota Surabaya yang dipimpin Risma luasnya sama dengan Jakarta Selatan, lalu dia meragukan kapasitas Walikota Surabaya memimpin Jakarta.

“Ahok sepertinya tak paham dengan program interaksi kebangsaan yang diusung oleh PDIP. Dalam perspektif kebangsaan, PDIP menginginkan orang Surabaya bisa saja memimpin Kota Jakarta, atau orang Lampung tidak masalah memimpin Jawa Barat, bahkan orang Medan jadi gubernur di Sulawesi Selatan, atau sebaliknya,” ujar Basarah.

Program tersebut lanjut dia, sesungguhnya sudah dimulai dengan diusungnya pasangan Joko Widodo dari Solo dengan Basuki Tjahaja Purnama dari Bangka Belitung dalam pilkada DKI tahun 2012 lalu.

“Akhir-akhir ini, Ahok malah merusak program strategis kebangsaan PDIP. Ahok juga merusak semua mekanisme internal partai dalam menentukan bakal calon pilkada dengan cara mengultimatum Ketua Umum PDIP agar segera menunjuk jadi calon gubernur DKI,” tegasnya.

Gagal dengan ultimatumnya lanjut Basarah, Ahok menggandeng TemanAhok dan koar-koar maju dari jalur perseorangan. “Sekarang balik lagi ke partai politik tapi tidak mau mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur yang akan diusung oleh PDIP,” imbuhnya.

Ahok menurut Basarah, memiliki karakter yang sangat individualistik dan ini sangat bertentangan dengan ideologi PDIP. “Beda dengan Bu Risma sebagai kader yang punya KTA. Ahok bukan kader bahkan tak mau kerjasama dengan partai politik,” pungkasnya.(fas/jpnn/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top