Sepucuk Nasehat, Bacalah Kawan… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Samudera Ilmu

Sepucuk Nasehat, Bacalah Kawan…

13934884_1658501207508747_8155838402506886645_n

MARI menepi sejenak, dari senarai ihwal kehidupan yang semakin mencekik nafas kita. Mari menepi barang sebentar. Anggaplah, sepucuk nasehat cintaku ini, adalah dangau sejuk di tengah perjalanan untuk tempat rehat para pengembara. Untuk merakit kembali asa yang meluntur. Memupuk kembali azzam yang nian meluntur.

Hidup ini singkat. Berlalu bagai mimpi. Bukankah serasa baru kemarin, kita kejar-mengejar bersama gelombang di muara, pun menikmati belaian rintik hujan ketika senja kala.?

Namun hari ini, kita sudah bergelut dengan waktu dan beban kehidupan yang semakin memberatkan persendian. Seperti itulah hidup, ia singkat saja. Terlahir, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua lalu mati terkubur. Tapi jangan tertipu, sebab ada juga dedauan yang jatuh dari ranting sebelum menguning masanya.

Betapa banyak orang yang mati sementara jasadnya sehat saja. Dan berapa banyak juga orang hidup bertahun-tahun sementara jasadnya sakit di ranjang. Berapa banyak berbilang anak muda, yang ketawa dalam kelakar padahal kain kafannya telah dipajang di pasar. Menunggu si pembeli, yang mungkin adalah relasinya.

Wahai anak muda, belum datangkah kepadamu dunia dan segala permisalannya?

“Dunia adalah madu,” demikian Ibnu Qayyim dalam suatu perumpamaannya”, Lalu datanglah lalat yang mencicipi manisnya. Di antara lalat-lalat itu ada yang mati dalam genangan madu karena tak wasapada. Namun ada yang hanya sekedar menikmati lezatnya madu di tepian belanga. Hanya untuk sekedar. Setelah itu berlalu pergi”

Hai anak muda.! Belum datangkah kepadamu riwayat raja-raja, kemanakah singgasana-singgasana mereka? Bukankah semua orang akan menuju kematian? Dimanakah para Nabi, para wali kekasih Allah? Mereka semua telah berpulang setelah meniti dunia yang hanyalah tempat menanam ini. Bukan tempat menuai.

Mari menepi memikir akan kesudahan semua yang ada.
Ya Allah karuniakanlah kami husnul khatimah
Ya Allah karuniakanlah kami taubat sebelum maut
Ya Allah jadikanlah ruh-ruh kami hidup dalam tembolok buring-burung hijau di JannahMu.

Ya Allah dengan secarik surat penuh kasih ini, jadikalah ia sebagai timbangan kebaikan kelak.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top