Dirut Pertamina Akui Ada Pemburu Rente dari Bisnis Migas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ekonomi & Bisnis

Dirut Pertamina Akui Ada Pemburu Rente dari Bisnis Migas

225423_131925_Gedung_Pertamina_besar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, ada pihak-pihak yang menjadi pemburu rente dari bisnis migas pertamina, olehnya itu, pihaknya terus berupaya membangun budaya bersih, terbuka, dan transparan agar BUMN perminyakan nasional ini menjadi lebih baik.

“Ada banyak pihak yang ingin mencari rente dari bisnis migas Pertamina. Termasuk waktu saya ke Teheran, Iran kemarin itu untuk kerja sama dengan NIOC (National Iranian Oil Company). Ada pihak ketiga yang menawarkan bantuan kepada NOC untuk bekerja sama dengan Pertamina,” ujar Dwi di Jakarta, Kamis (11/8).

Menurut Dwi, semua proses bisnis di Pertamina dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dwi meminta siapa pun mitra maupun calon Pertamina, baik perusahaan privat maupun NOC, untuk tidak lagi menanggapi upaya pihak yang menjanjikan  dapat mempermulus kerja sama bila menggunakan jasa perantara. Bila berbisnis dengan Pertamina, langsung saja tanpa perantara.

”Saya tidak ingin membiarkan permainan terjadi di Pertamina, karena itu harus dibangun budaya yang baru. Persepsi lama bahwa bila ingin masuk Pertamina harus masuk perantara, harus  dihapus sama sekali,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai, kebijakan Pertamina ini positif dan konsisten dengan upaya perusahaan meningkatkan Good Corporate Governance (GCG).

Apalagi, dalam realisasinya ISC juga makin baik. ”Semoga hal ini tetap dapat dipertahankan,” harapnya.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmadja Pudja mendukung sikap Pertamina yang transparan dan akuntabel. Apalagi, pemerintah lebih menyukai (prefer) Pertamina bekerja sama  dalam kegiatan bisnis migas dengan pihak luar langsung dengan produsen (NOC) negara penghasil minyak dan gas.

Berly Martawardaya, pengamat ekonomi energi dari Universitas Indonesia, mengatakan kebijakan Pertamina ini perlu didukung.

Apalagi ditambah dengan sistem procurementyang kuat yang bisa mengajak partner-partner berkualitas untuk berpartisipasi. ”Bandingkan komponen-komponen penting dan pilih pemenang yang memberikan highest bang for the buck,” tuturnya. (lum/jos/jpnn/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top