Kaitan antara Infeksi Serius dengan Keinginan Bunuh Diri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Kaitan antara Infeksi Serius dengan Keinginan Bunuh Diri

IMG_7516
Foto: the hope line

FAJAR.CO.ID – Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa ada kaitan biologi antara mereka yang pernah menjalani perawatan medis akibat infeksi serius dengan resiko seseorang meninggal akibat bunuh diri.

Dari studi yang diikuti oleh 7 juta partisipan, para peneliti Denmark menemukan bahwa setidaknya 42 persen dari mereka yang pernah melewati kondisi tersebut akan kemungkinanan melakukan perbuatan yang dilarang agama mana pun itu.

Mereka yang dirawat akibat HIV/AIDS atau infeksi liver menunjukan resiko kematian akibat bunuh diri yang tertinggi, dua kali lipat dari mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan tersebut.

Kendati belum mampu menunjukan bukti kaitan antara sebab dan akibatnya, penulis studi tersebut dan menurut pakar otak lainnya berpendapat bahwa meningkatnya resiko bunuh diri itu sendiri lahir akibat dari infeksi yang menyebabkan inflamasi atau peradangan pada bagian otak.

“Kita tahu bahwa inflamasi dapat menyebabkan gejala depresi,” kata profesor dari Van Andel Research Institute’s Center for Neurodegenerative Science di Grand Rapids, Amerika Serikat seperti dikutip dari WebMD.

Dalam hasil studi yang dirilis pada JAMA Psychiatry itu, Brundin menyatakan bahwa hasil dari studi ini adalah bagian penting dari penguatan studi sebelumnya yang berjudul “Depresi dan Bunuh Diri” dan kaitannya dengan inflamasi.

Penelitian ini sendiri menggunakan data dari 7 juta orang di Denmark yang berdomisili di negara tersebut sejak tahun 1980 hingga 2011. Sebanyak 800 ribu atau 11 persen dari mereka diketahui menjalani perawatan medis akibat HIV, infeksi hepatitis, saluran pencernaan, hingga kulit atau darah.

Berdasarkan sertifikat kematian, setidaknya 32. 700 orang meninggal akibat bunuh diri dalam kurun 32 tahun selama penelitian itu berjalan. Lebih dari seperempat dari kasus kematian tersebut berkaitan dengan mereka yang memiliki masalah infeksi serius.

loading...
Click to comment
To Top