Siswa Pemukul Guru Alami Depresi, Menangis! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Siswa Pemukul Guru Alami Depresi, Menangis!

064818_63913_SISWA_SMK_makassar_HL

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Karena ulah Ayahnya memukul sang guru, MA kini mengalami depresi. apalagi saat ini Siswa SMK 12 Negeri Makassar ini banyak dihujat oleh masyarakat. foto-fotonya tersebar luas di media sosial, banyak netizen yang mengecam tindakan MA dan Ayahnya. 

Termasuk para guru yang bernanung dari organisasi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Makassar. 

Menurut Kepala badan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Tenri A. Palallo, MA menangis sesegukan dan sangat menyesali perbuatannya. Dia mengaku sangat stres. 

“MA merasa bersalah. Apalagi banyak cibiran kepada dia,” ujar Tenri ketika menjenguk pelaku di Polsek Tamatale, Makassar, kemarin (12/8). ”Stresska, semua orang tidak sukama,” lanjut Tenri menirukan MA. 

Menurut penuturan Tenri, MA memang tidak membawa buku gambar. Dia juga sempat ditempeleng di depan kelas. 

MA juga mengaku bahwa foto-foto anak merokok yang di-bully di media sosial itu bukan dirinya. 

”Saya lebih banyak memberikan motivasi ke dia agar kejadian kemarin dijadikan pelajaran dan motivasi untuk sukses. Saya bilang ke dia, kau harus jadi perwira polisi,” ujarnya.

Tenri menyatakan, pihaknya berupaya agar MA tidak ditahan. Dengan begitu, dia bisa kembali lagi ke sekolah. Menurut dia, anak tetap harus sekolah. Anak berhadapan hukum saja mendapat pembinaan. 

”Tidak boleh ada anak-anak yang tidak sekolah. Kita tidak mau kondisi itu semakin membuat anak tambah buruk jika tidak sekolah. Jangan sampai mereka tambah salah didik akhirnya jadi mafia atau pembunuh,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kemarin merupakan hari ketiga Dasrul menjalani perawatan medis. Dia dianiaya oleh MA dan Adnan Achmad Rabu lalu.

Dugaan awal, kedua pelaku melakukan pengniayaan lantaran dipicu masalah pelajaran dan teguran Dasrul kepada MA. 

Saya prihatin karena moral anak-anak kita semakin merosot. Kita sudah lupa budaya beretika, bagaimana menghormati guru, menghargai orang lain. Kita masih mendapati orang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan. Namun, saat ini yang terpenting adalah introspeksi diri dan jangan saling menyalahkan,” jelasnya.(lin/mam/JPG) 

loading...
Click to comment
To Top