Jika Menteri ESDM Warga Negara Asing, Maka Ini Kecolongan Paling Memalukan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Jika Menteri ESDM Warga Negara Asing, Maka Ini Kecolongan Paling Memalukan

Archandra Tahar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi harus segera bertindak menyikapi adanya rumor kewarganegaraan ganda Menteri ESDM Archandra Tahar.

Sebagaimana kabar yang tersebar, Arcandra sudah resmi menjadi warga negara AS melalui naturalisasi pada Maret 2012 dengan diambilnya oath of allegiance atau sumpah setia.

Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan, Sya’roni menegeaskan bahwa meskipun Archandra masih memegang paspor Indonesia, namun statusnya sebagai WNI hilang dengan sendirinya. Sebab, Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

“Jika kabar itu benar adanya, maka ini adalah kesalahan yang sangat fatal. Disengaja atau tidak, jelas ini sudah merupakan kecolongan yang memalukan,” terang dia kepada redaksi, Sabtu sore (13/8/2016).

Sya’roni tekankan, mestinya melalui instrumen intelijen, hal tersebut dapat terendus jauh sebelum penunjukkan.

“Apakah Jokowi tidak melibatkan institusi intelijen ataukah intelijennya yang lemah daya ciumnya?” sambungnya.

Dia memamparkan, lolosnya WNA yang menjadi menteri di pos sangat penting, menunjukkan kecerobohan Jokowi. Dia juga telah membahayakan keamanan nasional.

“Jokowi tidak bisa mengelak lagi, apalagi menyalahkan bawahan sebagaimana yang terjadi selama ini,” jelas Sya’roni.

Menurutnya, hak prerogatif pengangkatan menteri ada di tangan presiden. Maka kesalahan ini sudah selayaknya menjadi tanggung jawab presiden.

“Jika terbukti Archandra memiliki paspor AS, maka Jokowi harus segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan segera mencopotnya,” tegas Sya’roni.

“Juga patut ditelusuri apakah ada hubungan penunjukkan Arcandra dengan pengamanan kepentingan AS di Indonesia. ini terkait perpanjangan kontrak Freeport dan izin ekspor konsentratnya. Kasus ini harus segera diusut tuntas.” tegasnya. (sam/sta/pojoksatu)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top