Kemenhub Harus Selesaikan Pembangunan Bandara Toraja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Kemenhub Harus Selesaikan Pembangunan Bandara Toraja

unnamed
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengerjaan pembangunan Bandara Buntu Kuni di Kabupaten Tana Toraja yang mandek, harus terus berjalan dan diselesaikan.
Mandeknya pengerjaan disebabkan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan untuk Tahun Anggaran 2016 tidak menganggarkan sepeser pun penyelesaian proyek bandara.
Hal ini pun disesalkan Anggota DPR RI asal Tana Toraja, Dr.Ir. Markus Nari M,Si.
Saat ditemui Fajar Media Center (FMC) usai mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Selasa 16 Agustus 2016 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta menjelaskan kenapa proyek bandara ini harus dituntaskan
Pertama, jika proyek bandara ini tidak diselesaikan akan sangat merugikan masyarakat Toraja. Baik dari segi sosial maupun material.
“Akibat pengerjaan bandara ini, masyarakat Toraja sudah terpecah belah antar bersaudara. Jadi harga mati harus diselesaikan agar perpecahan tersebut tidak terus menerus,” ujarnya.
Kedua, sejak awal dilakukan pengerjaan bandara tersebut, sebanyak 8 pimpinan SKPD di Pemda Tana Toraja harus menjalani hukuman pidana akibat terkendala kasus pembebesan lahan bandara.
Ketiga, lahan bandara yang telah memakan 2 gunung. “Jadi untuk lahan bandara ini ada 2 gunung yang diratakan agar bisa mencapai panjang yang ditentukan. Jika tidak diselesaikan, maka masyarakat Toraja terancam terkena banjir bandang yang menghancurkan kampung-kampung sekitar bandara,” sebutnya.
Keempat, Kementerian Perhubungan harus bertanggungjawab atas pengerjaan bandara Toraja. Pasalnya, sampai saat ini sebanyak Rp253 miliar APBN telah digelontorkan untuk pengerjaan bandara ini. “Pemerintah pusat (Kemenhub,red) harus bertanggungjawab atas ulah oknum-oknum dipusat yang dengan sengaja agar penyelesaian kegiatan bandara tidak berjalan,” jelasnya.
Hingga saat ini, lanjut Markus Nari, dirinya terus berjuang melakukan segala cara lobi-lobi hingga sampai ketingkat Wakil Presiden dan pihak yang berkepentingan agar pengerjaan Bandara Toraja terus dilanjutkan.
Sehingga, dengan adanya Bandara Toraja ini kedepan, kata Markus dapat mendukung sektor pariwisata di Tana Toraja dan Toraja Utara. “Minimal bandara ini nanti dapat didarati pesawat berbadan lebar,” sebutnya.
Sebelumnya, diberitakan proyek yang dimulai sejak 2011 ini telah menghabiskan duit APBN sebesar Rp 253 miliar dari total kebutuhan Rp1,7 triliun.
Ada begitu banyak harapan warga Toraja agar pembangunan bandara itu bisa berlanjut. Betapa tidak, warga setempat sudah rela melanggar adat istiadat demi menyukseskan bandara yang akan didarati pesawat Boeing. (idr/fmc/Fajar)
loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top