Detik-detik Pengibaran Bendera, Nur Alam: Saya Sempat Tegang… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ragam

Detik-detik Pengibaran Bendera, Nur Alam: Saya Sempat Tegang…

IMG_20160817_095009

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-71 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipusatkan di Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Sultra, diwarnai insiden yang cukup menegangkan. Hal itu terjadi saat tali melilit saat pengibaran bendera, sehingga menyulitkan pengerek menaikan bendera hingga ke puncak sesuai irama lagu yang mengiring. Bahkan, ketika lagu “Indonesia Raya” selesai dinyanyikan, bendera masih berada setengah tiang.

Usaha keras petugas pengerek bendera menarik tali agar bendera segera ke puncak justru membuat peserta menjadi tegang. Ada yang kuatir kerek bendera di puncak tiang lepas, atau pun tali putus. Namun untunglah dua menit kemudian tali bisa normal, sehingga bendera akhirnya bisa dikibarkan hingga ke puncak.

“Saya memang sempat tegang, kuatir kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Namun syukurlah bisa teratasi, sehingga upacara bisa berlangsung hikmat,” kata Gubernur Nur Alam, seusai pelaksanaan upacara di Pulau B Bokori, Rabu (17/8) siang.

Meski diwarnai ketegangan saat pengibaran bendera merah putih, namun Gubernur Nur Alam mengaku cukup puas. Membludaknya peserta upacara di lokasi destinasi wisata yang tengah genjot dibangun dan dipromosikan oleh Gubernur Nur Alam adalah penyebabnya.

“Pulau Bokori bagian dari wilayah Indonesia. Jadi tidak ada salahnya, pelaksanaan upacara digelar di Pulau Bokori. Apalagi momentum ini cukup tepat mempromosikan destinasi wisata yang ada di pulau ini. Sebab tahun ini merupakan tahun wisata budaya bahari,” kata Nur Alam.

Untuk tahap awal lanjut mantan Ketua KONI Sultra ini, pemerintah tak ingin muluk-muluk. Promosi yang dilakukan pemerintah lebih diprioritaskan ke penduduk lokal. Pelaksanaan upacara di Bokori, otomatis membuat orang yang belum pernah ke Pulau Bokori bisa melihat langsung kondisi pulaunya. Apa yang mereka saksikan akan diceritakan pada orang lain. Artinya, semakin banyak orang yang bercerita tentang keindahan dan apa yang telah dilakukan pemerintah dalam membenahi Pulau Bokori.

“Tidak hanya orang perorang, media sosial (medsos) menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan objek wisata. Dengan berfoto-foto dan menggugahnya melalui medsos, pemerintah akan terbantu. Wisatawan dari luar akan merasa penasaran sehingga mau berkunjung ke Sultra. Apalagi objek yang ditawari Pulau Bokori sangat langka. Hanya di beberapa daerah saja, yang memilikinya destinasi wisata seperti Pulau Bokori,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Sultra berpromosi. (kp)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top