Gubernur Sultra Gelar Upacara HUT RI ke-71 di Pulau Tak Berpenghuni – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Budaya & Pariwisata

Gubernur Sultra Gelar Upacara HUT RI ke-71 di Pulau Tak Berpenghuni

IMG_20160817_101124

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Ada yang berbeda dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-71 khususnya yang diselenggarakan ditingkat Provinsi Sulawesi Tenggar (Sultra). Jika sebelumnya, acara tahunan ini diselenggarakan dipelataran kantor Gubernur Sultra, kali ini Nur Alam selaku gubernur melakukan terobosan dengan menggelar Upacara HUT RI di salah satu pulau tak berpenghuni.

Ya, pulau tersebut bernama Pulau Bokori yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk dapat mencapai pulau ini bisa dilalui dari beberapa titik. Waktunya pun relative singkat.

Meski hal ini merupakan kali pertama dalam sejarah berdirinya Provinsi Sultra, namun pelaksanaan tersebut berlangsung lancar tanpa ada masalah yang berarti. Padahal, persiapan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat terbilang singkat, yakni hanya dua minggu.

Rabu, 17 Agustus 2016 pulau tersebut mulai dipadati ribuan peserta upacara. Sejak subuh, kapal-kapal nelayan, speed boat, hingga kapal very, kapal SAR, kapal TNI AL, kapal Pol Air yang dihiasi pernak-pernik bernuansa kemerdekaan mulai bolak-balik menjemput peserta upacara dari pulau-pulau seberang. Diperkirakan sekitar 7.000 orang baik dari lingkup Pemda Sultra, TNI-Polri, Purnawirawan, anggota DPRD hingga masyarakat tak ingin melewati hari bersejarah ini.

Pulau Bokori memang tengah disiapkan pemerintah Sultra sebagai salah satu tempat tujuan destinasi wisata unggulan yang akan diperkenalkan kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Baru sekitar setahun pulau itu mulai ditata dengan baik. Tampak beberapa vila atau tempat peristirahatan sudah dibangun.

“Untuk pelaksanaan upacara di Pulau Bokori ini, persiapannya hanya dilakukan kurang lebih dua minggu. Tapi, seperti yang kita lihat, apa yang sudah dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan ini seperti sudah disiapkan jauh-jauh hari,” kata Nur Alam.

IMG_20160817_100326

Upacara yang digelar pukul 10.00 WITA itu dihadiri oleh seluruh SKPD, Muspida, hingga masyarakat yang tinggal disekitar Pulau Bokori. Dalam upacara tersebut, Nur Alam bertindak sebagai inspektur upacara, sementara yang membacakan naskah detik-detik proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh.

Pemilihan Pulau Bokori sebagai lokasi HUT RI oleh Nur Alam, selain merupakan bagian dari wilayah nusantara, pulau-pulau yang ada dari Sabang sampai Merauke adalah bagian dari Negara Kesatuan RI (NKRI), juga sebagai ajang untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan yang kini gencar terus dipromosikan pemerintah yang tidak kalah menarik dengan objek wisata lainnya di Indonesia.

“Pulau ini adalah pulau yang tidak berpenghuni yang sedang kita gencarkan sebagai tempat destinasi wisata. Nah, untuk memperkenalkan pulau ini, salah satu strategi yang kita lakukan adalah dengan memperbanyak event-event yang strategis,” papar Nur Alam usai pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera.

Nah, dengan menggelar upacara HUT RI di Pulau Bokori merupakan salah satu strategi Nur Alam untuk memperkenalkan lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya, bahwa ada satu pulau di Sultra yang tak kalah menarik untuk dikunjungi untuk dapat menikmati keindahan laut yang dimiliki.

“Nah, hari ini adalah salah satu event kegiatan yang strategis. Kita bisa menghadirkan kurang lebih 7 ribu orang peserta upacara saya kira adalah momentum yang paling baik untuk mempromosikan Pulau Bokori sebagai daerah destinasi wisata dengan mendorong budaya bahari kita didalam pengembangan-pengembangan pembangunan kemaritiman dan ini adalah komitmen pemerintah daerah,” pungkasnya. (hrm)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top