Hasil Survei: Kapabilitas Risma Ungguli Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Hasil Survei: Kapabilitas Risma Ungguli Ahok

ahok vs risma

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dianggap lebih mampu memimpin Jakarta ketimbang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Demikian kesimpulan hasil survei Lembaga Kajian Pemilu  Indonesia (LKPI) bertema “Mencari Sosok Gubenur DKI  Jakarta 2017-2022 untuk Menciptakan Jakarta Menjadi Kota yang Bersahabat, Bagi Warganya dan Pangunjungnya”. Hasil survei menunjukkan kapabilitas Risma 92,4 persen, sementara Ahok hanya 80,2 persen.

“Lumrah saja karena prestasi Risma yang berhasil memimpin Kota Surabaya yang banyak memberikan rasa aman dan nyaman, indah serta bersih yang sudah dirasakan masyarakat Surabaya,” kata Direktur LKPI, Nur Arifin melalui siaran pers yang diterima RMOLJakarta, Kamis (18/8).

Sementara di bawah Risma ada Sandiaga Uno 91,4 persen, Djarot Saiful Hidayat 89,8 persen, Rizal Ramli 85,2 persen, Yusril Ihza Mahendra 83,4 persen, Sjafrie Sjamsoeddin 80,7 persen dan baru Ahok diposisi buncit.

Menurut Nur, alasan publik menempatkan Ahok di posisi terbawah karena mantan politisi Partai Golkar itu salah satunya kurang bisa bekerjasama dengan DPRD DKI Jakarta dalam menyusun APBD.

Yang kedua, lanjut Nur, Ahok dianggap gagal dan tidak memiliki kemampuan dalam memimpin Jakarta oleh publik karena dianggap hanya sebagai Wakil Gubenur yang naik menggantikan Joko Widodo.

“Ahok tidak mampu berintergrasi walaupun mempunyai tujuan yang sama dengan DPRD, namun mereka berbeda-beda penglihatannya mengenai keadaan-keadaan DPRD dan mengenai tugasnya masing-masing,” jelas Nur.

Hasil survei LKPI ini, malah menempatkan Sandiaga di atas Ahok. Sandiaga menurut warga DKI Jakarta memiliki kapabilitas untuk bisa memimpin Jakarta.

“Masyarakat berpendapat bahwa pembawaan yang santun dan tutur kata yang halus tidak kasar serta keberhasilan Sandiaga dalam dunia bisnis yang dimiliki menjadi ukuran yang dianggap publik mampu memimpin Jakarta,” tandas Nur.

Survei LKPI tersebut dilakukan pada 23-30 Juli 2016 terhadap1.421 responden dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 6.983.692 orang yang baru ditetapkan KPUD DKI Jakarta. Survei mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Tingkat Kepercayaan sekitar 95 persen dengan margin error sekitar 2.6 persen.[dem]

BACA:  Hasil Audit tak Bahagiakan Hatinya, Ahok Kritik BPK
loading...
Click to comment
banner advertise
To Top