Jika Harga Rokok Rp50 Ribu, Konsumen dan Petani Bakal Mangap-mangap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Jika Harga Rokok Rp50 Ribu, Konsumen dan Petani Bakal Mangap-mangap

rokok

FAJAR.CO.ID- Pemerintah berencana menaikan harga rokok hingga ke standar minimal Rp50.000. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menekan jumlah perokok aktif.

Lantas apakah kebijakan itu cukup efektif? Berbagai tanggapan lansung bermunculan. Herman, salah satu konsumen rokok mengaku sangat keberatan dengan rencana pemerintah tersebut. Menurutnya, rata-rata penikmat rokok berada kelas masyarakat menengah kebawah.

“Bagi mereka yang sulit lepas, otomatis beban biaya makin membengkak dan keuangan keluarga akan terganggu. Bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah, mereka tidak berfikir untuk menghentikannya,  melainkan berusaha mencari pendapatan lain agar bisa membeli rokok,” ujar Herman.

Karena, katanya, kebijakan menaikan harga rokok harus dilihat secara luas, karena esensinya belum sampai di masyarakat.

“Saya pikir meninggalkan rokok adalah masalah kesadaran. Berapapun harga yang nanti dinaikan, jika konsumennya belum sadar, tetap tidak akan efektif, malah bikin masalah baru,” ujarnya.

Protes juga dating dari petani tembakau. Mereka merasa keberatan jika harga rokok dinaikan karana akan membunuh petani tembakau saat ini.

“Kalau naik, penjualan rokok akan turun dan berdampak pada permintaan tembakau. Petani bakal kena dampaknya, jika seperti ini” ujar Darmo, petani  tembakau.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengatakan cukai rokok masih belum didiskusikan lagi, namun dia menambahkan pihaknya biasa setiap tahun melakukan penyesuaian tarif cukai.

Harga rokok di Indonesia selama ini dibawah Rp 20.000 per bungkus. Inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya perokok di Indonesia. Banyak orang yang tidak mampu, bahkan anak masih sekolah dapat dengan mudah membeli rokok karena harganya terjangkau. (fajar)

 

 

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top