‎Empat Kejadian Berbahaya jika Harga Rokok Rp 50 Ribu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

‎Empat Kejadian Berbahaya jika Harga Rokok Rp 50 Ribu

meme harga rokok naik
sumber foto: google image

FAJAR.CO.ID-Pemerintah sedang pengkaji usulan tentang wacana kenaikan harga rokok hingga mencapai Rp 50 ribu per bungkus.

Hal ini memicu antusias bagi sebagian kalangan, terutama pegiat kesehatan, tapi di sisi lain juga melahirkan analisa yang harus dipertimbangkan pemerintah.

Sebab efek kenaikan bisa melahirkan bahaya lain, yang seharusnya diwaspadai dan disiapkan problem solving bagi pengambil kebijakan.

Ada masalah serius yang bisa saja diakibatkan oleh naiknya harga rokok. Berikt 5 kejadian luar biasa yang akan terjadi di Indonesia.

1. Meningkatnya pabrik rokok murah.

Perusahan yang mencari keuntungan, akan menawarkan rokok yang lebih murah kepada para ahli hisap. Pabrik ini bisa beroperasi dengan berbagai cara, bahkan tidak mengindahkan peraturan yang diberlakukan Indonesia.

2. Menjamurnya pabrik rokok illegal.

Poin kedua ini masih memiliki hubungan erat dengan poin satu. Bisa saja yang akan melanda Indonesia adalah menjamurnya pabrik rokok illegal, dengan motif yang sama, yaitu menawarkan rokok murah kepada masyarakat perokok. Jika hal ini terjadi, bukan hanya pemerintah yanng rugi, tapi juga rakyat.

3. Bahaya Laten Kesehatan. 

Dengan adanya harga yang semakin kompetitif, maka kualitas dan kadar nikotin pada rokok, tidak akan menggunakan standar yang diberlakukan. Rokok murah, akan lebih berbahaya bagi kesehatan, dan lebih parah jika dikonsumsi anak-anak dan wanita. Dalam posisi ini, kita tidak bisa menerapkan aturan, tanpa mengabaikan efek, misalkan dengan menyebut “siapa suru mau merokok.” mengapa demikian, sebab efek ini datang dari sebab yang ditimbulkan, yaitu kenaikan itu sendiri.

4. Menjamurnya Rokok illegal, dan rokok murah.

Ini tidak bisa dipungkiri, jika sudah ada pabrik rokok illegal, maka yang muncul juga adalah meluasnya rokok illegal. Dengan demikian, rokok murah, akan menjamur di mana-mana. Sebab dengan sistem yang terbatas, aturan yang tidak konferhensif, pemerintah bakal sulit untuk mengontrol pasar, dan menekan harga, ketika kebutuhan melampaui batasnya.

Apalagi rokok adalah candu. Orang akan beralih kepada yang murah, apalagi denga menawarkan cita rasa yang sama, meski racikannya murahan.

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menekan pengguna rokok, adalah dengan cara menghentikan peredaran rokok di Indonesia. (fajar)

loading...
Click to comment
To Top