Dicekik Oknum Polisi Sulsel, Bidan Cantik Ini Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Makassar

Dicekik Oknum Polisi Sulsel, Bidan Cantik Ini Tewas

bidan-cantik-bone
Foto Herawati semasa hidup. Mayatnya ditemukan di Bone, Foto Kendari Pos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Harmawati, warga Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Ditemuka tewas di Lappo Bosse, Kecamatan Kajuara, Bone. Diketahui wanita cantik ini merupakan alumni Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Selama ini, ia indekos di Kota Makassar, tepatnya di Jalan Landak Baru.

Tidak berselang lama, Terkait Kasus tersebut, Seorang oknum bintara Polda Sulsel inisial M (24), menyerahkan diri ke Polda Sulsel, pada Selasa (16/8). Kepada penyidik, M mengaku bahwa dialah yang menjadi penyebab tewasnya wanita yang ia panggil Armha itu.

Ia membunuh karena urusan pribadi. Terduga pelaku mengaku bahwa ia adalah pacar korban. Ia memilih menyerahkan diri setelah identitasnya terungkap di media dan polisi melakukan penyelidikan ke kampus dan indekos korban.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan hal tersebut. Pria berinisial M itu, juga diketahui merupakan warga Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Frans mengatakan, M menyerahkan diri sekitar pukul 19.00 Wita.

“Dari pengakuan awal, ia membunuh karena urusan pribadi. Terkait soal apa itu, bisa ditanyakan nanti di Polres Bone. Karena tersangka akan diserahkan ke Bone,” ungkapnya.

Dari pengakuan tersebut, Polda menyerahkan tersangka ke Polres Bone untuk ditindaklanjuti. Pasalnya Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan calon bidang cantik tersebut berada di Bone.

Selain itu, dari pemeriksaan Tim Doktoral Forensik yang berangkat ke Bone serta olah TKP, polisi sudah mengantongi sebab kematian korban. Yakni, pada leher korban ada bekas dicekik menggunakan tangan.

“Hasil autopsi sementara menggambarkan, sebab kematian korban karena tidak adanya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung. Atau kata lain, dia kehabisan napas karena dicekik,” ungkapnya kepada FAJAR.

Selain itu, seluruh petunjuk awal baik dari kesaksian tetangga korban di Pondok Orange Jalan Landak Baru, maupun identitas korban dari tas merah yang ditemukan, mengarah ke orang terdekat korban yakni M yang merupakan pacarnya.

Dari barang bukti didapatkan di TKP, terindikasi tidak adanya unsur paksaan dia datang ke TKP tersebut. Karena tidak ditemukan ada bekas seretan. Hanya saja, ada bekas rontaan di dekat jasad korban. Diduga, pada saat dicekik, korban sempat meronta. (KP/fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top