Harga Rokok akan Naik Rp 50.000, Perusahaan akan Bangkrut? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Ekonomi & Bisnis

Harga Rokok akan Naik Rp 50.000, Perusahaan akan Bangkrut?

industri-rokok-131022b

FAJAR.CO.ID, Pemerintah berencana menaikan harga rokok menjadi dua kali lipat dari harga sebelumnya, yakni 20.000 perbungkus, menjadi 50.000 perbungkus. Usulan tersebut bertujuan untuk menekan angka perokok di indonesia, selain itu untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah puntung rokok.

Menurut Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, Wacana kenaikan ini nantinya akan menjadi bahan diskusi dengan pemerintah, baik yang pro dengan kesehatan maupun dengan pertanian.

“Kita harus komunikasikan dengan seluruh stakeholder, baik yang pro kesehatan maupun yang pro industri, petani karena pasti ada tarik ulur di situ. Kalau cuma dengarkan salah satunya, bisa bangkrut itu,” jelas Heru kepada wartawan di jakarta Rabu (17/8).

Lebih Jauh, Heru menjelaskan, Wacana tersebut sebelum direalisasikan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan semua aspek, baik dari kesehatan, ekonomi, Industri dan pertanian.

“Kalau harga rokok sudah lewat dari kurva optimum, pasti ada dampak negatifnya, yakni bisa bangkrut (perusahaan) atau banyak rokok ilegal. Makanya kita harus cari titik optimum,” tukasnya.

Sementara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara mengatakan, Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, ada keterkaitan antara harga rokok dan jumlah perokok.

Dari 1.000 orang yang disurvei, sebanyak 72 persen bilang akan berhenti merokok kalau harga rokok di atas Rp 50.000.

Kerena Selama ini, harga rokok di bawah Rp 20.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia. Hal ini membuat orang dengan mudahnya mejadi candu, baik anak-anak sekolah maupun dewasa.

Pemerintah sendiri mengatakan bahwa cukai rokok selalu ditinjau ulang setiap tahun. Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, yakni kondisi ekonomi, permintaan rokok, dan perkembangan industri rokok. (fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top