Jembatan Bahteramas Resmi Dibangun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ragam

Jembatan Bahteramas Resmi Dibangun

Nur Alam Jembatan Bahteramas

FAJAR.CO.ID, KENDARI — Mimpi besar dan kerja keras Gubernur Nur Alam mewujudkan terbangunnya jembatan Bahteramas yang melintasi Teluk Kendari, tepatnya dari Kota Lama Kendari melintasi Teluk Kendari ke Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, akhirnya terwujud. Groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan yang nantinya menjadi jembatan terpanjang di Indonesia Timur itu telah dilakukan Jumat (19/8) pagi.

Gubernur Sultra, H Nur Alam SE, Sekjen Kementrian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Widjoyono,Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Salah, anggota Forkompimda Sultra, Walikota Kendari, Asrun, Bupati Konsel, Surunuddin, Bupati Konkep, Amrullah, dan sejumlah anggota dewan hadir di acara penting itu.

“Groundbreaking pembangunan jembatan sepanjang lebih dari 1300 meter hari ini kita lakukan. Jembatannya panjang, tapi saya pikir gubernur tau ceritanya lebih panjang lagi. Ceritanya panjang sekali, tahun 2008 kita bertemu pak gubernur di ruangan saya, waktu itu jabatan saya masih direktur. Proses itu kemudian berjalan, dianggarkan dengan bantuan Cina, namun gagal. Alhamdulillah, pembangunan jembatan hari ini siap kita lakukan. Bagi kami bukan soal mulainya, tetapi lebih penting kapan selesai. Jadi, doanya bukan untuk mulai, tetapi doakan untuk selesai,” kata Taufik Widjoyono, yang kehadirannya mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan jembatan dimulai sejak tahun 2015 hingga tahun 2018. Tendernya telah dilakukan September 2015 dan akan dilakukan perusahaan konsersium  dari PT Pembangunan Perumahan dan PT Nindya Karya, serta konsultan yang telah berpengalaman dalam pembangunan jembatan. Nilai kontrak lebih dari Rp729 M. “Tadi gubernur menanyakan terkait angka kontrak itu, tapi saya katakan itu angka awal. Nantinya tentu akan menyesuaikan dengan eskalasi harga. Jadi, kontraktornya tidak perlu kuatir,” kata Taufik.

Jembatan Bahteramas Teluk Kendari ini adalah salah satu dari tujuh jembatan Cyber Area. “Nantinya bukan hanya jembatannya, tetapi yang lebih penting adalah teknologinya mutakhir. Harapannya, bisa ada transper teknologi, ahli-ahli konstruksi di sini bisa menyerap. Pembangunan jembatan ini bisa menjadi tempat praktek mahasiswa, khususnya fakultas tekninya,” tuturnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan juga akan ada teknologi baru, dimana akan menggunakan beton khusus dengan material lokal yakni, pasir dari Rumbia dan Morosi serta batuan dari Moramo.

“Selain ini akan menunjang infrastruktur Kota Kendari yang akan semakin maju dan berkembang, jembatan ini kita harapkan bisa jadi icon baru di Kota Kendari. Icon itu bisa terwujud manakala ada penataan di sekitar jembatan. Jangan sampai ada yang jual bakso di atas jembatan,” katanya.

Di tempat yang sama Gubernur Nur Alam kembali menguraikan terkait perjuangan pembangunan jembatan yang begitu panjang, menguras energi dan menghabiskan sol sepatu. Momentum groundbreaking itu juga dimanfaatkan Nur Alam untuk mengklarifikasi berbagai kritikan, sorotan, bahkan kecurigaan yang berlebihan yang ditujukan kepadanya terkait upaya memperjuangkan pembangunan daerah, terutama pembangunan jembatan Bahteramas di Teluk Kendari.

Diungkapkan, untuk mewujudkan pembangunan jembatan memang telah dilakukan sejak tahun 2008. Peluang itu hampir terwujud dengan menggunakan bantuan pemerintah Cina. Namun, tiga kali tender dilakukan oleh perusahaan Cina sebagaimana persyaratan turunnya dana bantuan dari Cina, ternyata pemerintah sulit memenuhi penawaran yang begitu mahal. Tentu saja aparat pemerintah tak mungkin mau menanggung resiko untuk memenuhi penawaran itu. Gagal menggunakan loand dari Cina, pihaknya terus melakukan pendekatan ke pemerintah pusat dan akhirnya bisa diambil alih dengan biaya APBN.

Pada kesempatan itu Nur Alam juga mengkalkulasi nilai jembatan secara ekonomi. Katanya, jembatan yang akan dibangun senilai Rp729 miliar secara teknis akan mampu bertahan hingga 100 tahun. Itu artinya, negara hanya beinvestasi sebesar Rp.7,2 miliar setiap tahun. “Nilai yang kecil kalau dibanding jumlah dana perjalan dinas aparat pemerintah dalam setahun. Tapi apa yang terjadi dengan pengembalian dari investasi itu, bisa saya katakan bahwa hari ini investasi negara itu sudah kembali. Hitungannya, hari ini harga tanah di kota lama yang hampir menjadi kota mati dan di Lapulu menjadi berkali-kali lipat. Yang untung siapa? Yang untuk negara karena aset rakyatnya menjadi meningkat,” katanya.

Selain groundbreaking pembangunan Jembatan Bahteramas Teluk Kendari, Gubernur Nur Alam juga melaunching enam mega proyek lainnya. Mega proyek dimaksud yakni, pembangunan kawasan sarana olahraga (SOR) Antam di Nangananga, Kota Kendari, pembangunan mall di eks RSUD Provinsi Sultra, pembangunan PLTU IPP Kendari-3 CFSPP, pembangunan newport Bungkutoko, pembangunan gedung Bank Sultra 14 lantai, dan pembangunan bendungan Ladongi di Kolaka Timur. (kp)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top