KPK Ngotot Klarifikasi. Nggak Ada Pembicaraan Khusus dengan Archandra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

KPK Ngotot Klarifikasi. Nggak Ada Pembicaraan Khusus dengan Archandra

capim-kpk-basaria-panjaitan-jalani-fit-and-proper-test-di-dpr_20151215_205442
FAJAR.CO.I, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada pembicaraan khusus saat mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berkunjung ke Kantor KPK, Jakarta pada Senin lalu (8/8).
Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan kunjungan Arcandra hanya sebatas perkenalan diri dengan pimpinan KPK dan tidak membawa pengajuan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang ada di Kementerian ESDM.

Namun, papar Yuyuk, dalam pertemuan Arcandra sempat membicarakan soal keinginannya dalam pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian ESDM.

“Itu memang ditegaskan tapi biasanya setelah courtesy call ada pertemuan tim teknis, apa yang tim KPK bisa berikan,” ujar Yuyuk di kantornya, Jakarta, Kamis (18/8).

Belakangan berhembus kabar pihak-pihak yang berkepentingan mengengulirkan isu mengenai dwikenegaraan Arcandra ke publik. Hal ini lantaran kebijakan baru Arcandra di Kementerian ESDM mengusik pihak-pihak berkepentingan tersebut.

Dwikenegaran inilah yang membuat Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Arcandra dari posisi Menteri ESDM, setelah mendengar dari berbagai sumber.

“Saat datang ke KPK tidak membawa pengaduan apapun hanya courtesy call mengenalkan diri dan memang ada pembicaraan mengenai keinginan beliau untuk pencegahan korupsi di lingkungan kementerian ESDM,” tegas Yuyuk lagi.

Di kesempatan yang berbeda, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi menilai langkah Arcandra ke KPK hanya sebatas manufer untuk menegaskan bahwa menteri pengganti Sudirman Said itu tidak termasuk dalam lingkaran mafia-mafia migas.

Menurut Muradi, Arcandra sebenarnya sudah mengetahui ada isu yang dapat menggulirkannya dari posisi Menteri ESDM. Namun dirinya memilih untuk bersikap normatif berkunjung ke lembaga negara lainnya untuk memperkenalkan diri sebagai menteri baru.

“AT itu paham benar ketika hari kedua dilantik ada isu yang tidak sedap. Jadi kalau pun dia melakukan manufer ke KPK, menurut saya dia mencari momentum supaya dia kelihatan seolah-olah tidak melakukan ataupun tidak menjadi bagian dari mafia energi yang ada di ESDM. Lagian juga secara faktual, ngapain juga dia melakukan itu, sementara dia tahu secara politik dia lemah karena kewarganegaraan tadi,” ujar Muradi saat dihubungi, Kamis (18/8).

Lebih lanjut, Muradi menilai, pemerintah seharusnya tidak terbius oleh prestasi yang dibuat oleh Arcandra.

Menurutnya di balik kesuksesan karir Arcandra di luar negeri, Presiden Petroneering sejak 2013 hingga 2016 itu tidak menyadari bahwa dirinya telah memilih menjadi WNA dibanding menjadi WNI.

“Dia nggak bersih-bersih amat kok, menurut saya dia tidak tertib administrasi saja, saya ragu dia orang yang mampu membersihkan ESDM. Setelah dilantik dia malahan mengangkat Widjanarko yang punya masalah. Bagi saya Tuhan kasih kejelasan lebih awal, supaya orang-orang yang seolah-olah bersih di permukaan tapi didalamnya predator. kalau nggak kebayang nggak dia ternyata diganduli soal agenda-agenda mafia yang lain, kemudian agenda US misalnya karena dia punya sumpah dan sebagainya,” tutup Muradi. [rus]

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top