Rumah Dihantam Bom, Foto Bocah Ini Jadi Viral – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Internasional

Rumah Dihantam Bom, Foto Bocah Ini Jadi Viral

45645_64211_ok-ol-syria2

FAJAR.CO.ID, Konflik Syiria terus berlanjut. Korban sipil terus bertambah, tak ada yang bisa menghantikan konflik yang berlangsung semenjak 2011 ini. Pengeboman terhadap warga sipil dengan dalih perangi teroris semakin ditingkatkan.

Ribuan warga sipil menjadi korban, di antara mereka, ada anak-anak tidak berdosa. Yang terakhir, Penyerangan oleh Rezim Ba’sar bersama koalisi Rusia ke pemukiman warga terjadi pada Rabu (17/8) kemarin. 

Foto seorang anak lelaki yang selamat dari serangan udara Rezim ke sebuah gedung di Aleppo, Syria menjadi Viran di media sosial. 

Dalam foto menyakitkan tersebut, terlihat Omran Daqneesh duduk membeku di dalam kursi ambulance. Dia baru saja diselamatkan dari reruntuhan rumahnya yang hancur akibat serangan udara.

Darah masih terlihat di dahi bocah lima tahun tersebut. Seluruh tubuhnya diselimuti debu bekas reruntuhan. ”Bocah yang tertegun dan wajahnya berdarah ini menambah horror di Aleppo,” tulis anggota oposisi Syrian National Council Adib Shishakly.

Daqneesh seakan mengatakan pada dunia bahwa perang bukan hanya soal angka-angka korban tewas dan luka. Tapi ada ketidakpastian akan hidup dan trauma luar biasa pada para korban. Utamanya anak-anak seperti Daqneesh.

Pro-oposisi media center Aleppo (AMC) mengatakan kalau foto Daqnessh diambil di distrik Qaterji yang dikuasai pemberontak. Saat itu sebuah serangan udara Rusia menghantam dan menewaskan setidaknya tiga orang dan melukai belasan lainnya.

”Kami menyelamatkannya bersama-sama,” ujar fotografer Al Jazeera Mubashir Mahmoud Raslan yang mengambil foto tersebut kepada Associated Press. Ditambahkan Raslan, mereka menggotong tiga warga sipil yang tidak bernyawa sebelum menyelamatkan Daqness.

Video dan foto itu pun memicu shock dan kemarahan viral. Pagi kemarin (18/8) duta khusus untuk PBB di Syria Staffan de Mistura meminta langkah kemanusiaan dari kedua belah pihak, pemerintah dan oposisi. ”Saya berharap, setidaknya selama 48 jam kekerasan berhenti agar bantuan kemanusiaan bisa disalurkan untuk dua juta masyarakat yang terjebak di sana,” katanya seperti dilansir BBC (18/8) .

Sebelumnya, De Mistura walk out dari rapat dengan pasukan kemanusiaan PBB setelah delapan menit mengikuti pertemuan tersebut. Alasannya, karena tidak ada satu pun rombongan bantuan yang diizinkan masuk kawasan perang sejak baku tembak berlangsung awal bulan ini. (*/tia/jpg/fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top