Akhirnya, Jenazah WNA Pengikut Santoso Berhasil di Evakuasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Akhirnya, Jenazah WNA Pengikut Santoso Berhasil di Evakuasi

WARGA UIGHUR : Jenazah yang diduga Ibrohim, anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso, yang tewas dalam kontak tembak tepat pada peringatan HUT RI ke 71, saat dibawa masuk ke instalasi forensik RS Bhayangkara, Kamis (18/8) kemarin.

FAJAR.CO.ID – Jenazah Ibrohim, warga negara asing (WNA), anak buah Santoso yang tewas setelah terlibat kontak tembak dengan pasukan Satgas Operasi Tinombala, Rabu (17/8) pagi lalu ternyata tidak langsung dievakuasi dari TKP kontak tembak.

Anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berasal dari Tiongkok etnis Uighur ini baru dievakuasi anggota Satgas Operasi Tinombala pada Kamis (18/8) keesokan harinya.

Dilansir dari Radar Sulteng (Fajar Group), medan yang cukup berat dari posisi TKP kontak tembak ke wilayah pemukiman warga, mengharuskan aparat baru melakukan evakuasi pada Kamis, pukul 07.15 wita.

Medan berat yang dilalui juga memakan waktu, sehingga tim evakuasi yang membawa jenazah Ibrohim, baru tiba di wilayah pemukiman warga sekitar pukul 13.15 wita, di Kampung Maros, Desa Uelempe, Poso Pesisir.

“Jenazah kemudian, kita bawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 14.00 wita,” ungkap juru bicara Operasi Tinombala, AKBP Hari Suprapto.

Menggunakan ambulans milik Bidang Dokkes Polda Sulteng, jenazah Ibrohim mendapat pengawalan 5 orang anggota Brimob selama perjalanan hingga ke RS Bhayangkara Palu. Ambulans yang mengantarkan jenazah sendiri tiba sekitar pukul 17.30 wita dan langsung dimasukan ke dalam ruang Instalasi Forensik.

Jenazah diterima Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), Kombes Pol Helmi Kwarta. Kepada wartawan, Helmi mengungkapkan, bahwa saat ini Satgas III (tiga) Operasi Tinombala, yang dipimpinnya langsung melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap jenazah bersama tim dokter RS Bhayangkara dipimpin Kabid Dokkes Dr Iis Arifin.

Jasad Ibrohim sendiri Jumat (19/8) sudah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Kelurahan Poboya. Tidak ada satupun warga yang mendampinginya mengingat asal usulnya dari Tiongkok dan tidak memiliki keluarga di Indonesia. Hanya sejumlah anggota Polda Sulteng yang terlihat dalam pemakaman. (agg/sad/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top