Menpora Sakit, Calon Ketum PSSI Buka Liga Santri Nusantara di Balikpapan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Bola

Menpora Sakit, Calon Ketum PSSI Buka Liga Santri Nusantara di Balikpapan

004436_299397_amjad_edi

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 memperebutkan Piala Menpora resmi dimulai dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/8) petang.

Sedianya Menpora Imam Nahrawi yang rencananya membuka acara tersebut, tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Acara itu pun akhirnya dibuka Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edi Rahmayadi sekaligus calon Ketum PSSI.

Hadir pada acara pembukaan kemarin, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Pangdam VI Mulawarman, ‎Mayor Jenderal TNI Johny L Tobing, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Hendrawan, Ketua Panpel Pusat Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Panpel Regional Kaltim-Kaltara Abdulloh, serta Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud.

Pembukaan LSN juga dirangkai dengan pertandingan ekshibisi antara dua tim sepakbola yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat pada 17-29 September mendatang, yakni tim PON Kaltim melawan tim PON Jawa Barat. Pada laga tersebut, Kaltim menang dengan skor tipis 1-0.

Ketua panpel LSN pusat Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, ditunjuknya Balikpapan sebagai penanda digelarnya Liga Santri serentak di setiap regional karena Balikpapan memiliki potensi yang cukup besar untuk melahirkan para pemain yang handal, apalgi termasuk memiliki pondok pesantren (ponpes) terbanyak.

BACA:  Tujuh Jam Dirawat, Begini Kondisi Terakhir Kesehatan Menpora

“Balikpapan memiliki Ponpes yang besar tidak seperti di Jawa. Minimal berkisar 154 ponpes yang tersebar dengan jumlah hampir 15 ribu santri. Jumlah sebanyak itulah, pastinya akan melahirkan pemain yang berbakat,” terang pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Sekadar diketahui, pada tahun 2015 lalu, LSN dibuka di Jawa Barat dan diikuti 184 ponpes seluruh Indonesia. “Karena tingkat nasional akan dilaksanakan di daerah Jawa tepatnya Jogjakarta dan Solo pada Akhir september mendatang dengan hanya mengambil satu tim setiap regional. Untuk itu alasan lain memilih Kalimantan tepatnya di Balikpapan sebagai kick off secara nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Rahmayadi mengakui, kompetisi seperti LSN yang merupakan kompetisi U-18 alias usia muda, harus terus digalakkan. Karena itu, sebagai calon Ketum PSSI, ke depannya dia siap merangkul kompetisi-kompetisi usia muda untuk pembinaan sepak bola ke depan.

“Pembinaan usia muda ini harus dirangkul. Ini bagus, LSN bagus untuk pengembangan pemain muda,” tegasnya. (dkk/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top